Rupiah Dibuka Melemah Jelang Rilis Data Ekonomi Terbaru

www.jokowinomics.com

Jakarta – Mata uang rupiah dibuka sebesar 9 poin atau 0,07 persen ke posisi Rp 12.996 per dolar AS di awal perdagangan hari ini, Jumat (7/10). Sebelumnya, Kamis (6/10) rupiah berakhir menguat 11 poin atau 0,08 persen ke Rp 12.987 per dolar .

Menurut NH Korindo Securities Indonesia, terhadap dolar AS hari ini akan bergerak pada rentang resisten Rp 12.970 dan support Rp 12.995. Lebih lanjut Kepala Riset NHKSI, menuturkan jika gerak rupiah dapat kembali terapresiasi walaupun cenderung tipis.

Penguatan terbatas tersebut terjadi karena para pelaku tengah wait and see menjelang rilis beberapa data ekonomi di AS. “Laju dolar AS bergerak menguat terhadap mayoritas mata uang dunia, termasuk rupiah menyusul komentar hawkish pejabat ,” ujar Reza, Jumat (7/10).

The mengalami penguatan di spot exchange usai Presiden bagian Cleveland Loretta Mester menuturkan jika AS sudah siap untuk adanya kenaikan suku bunga.

Kemungkinan kenaikan suku bunga acuan bulan mencapai hampir 64%, sementara itu untuk bulan November kenaikan Fed Rate probabilitasnya mencapai 24%.

“Dari dalam negeri, laju rupiah tertolong dengan masih adanya sentimen amnesti pajak yang memberikan harapan positif bagi ekonomi ke depan,” jelas Reza.

Sementara itu, pengamat ekonomi dan pasar uang Farial Anwar mengatakan jika gerak rupiah juga bakal dipengaruhi oleh pengumuman data cadangan devisa yang akan dirilis pada akhir pekan ini.

Loading...