Awali Pekan, Rupiah Dibuka Melemah 2 Poin

Rupiah melemah pada perdagangan senin pagiRupiah melemah pada perdagangan senin pagi - kontan.co.id

JAKARTA – Rupiah masih belum bisa melepaskan diri dari tekanan ketika membuka perdagangan awal pekan (25/11) ini. Menurut paparan Index, mata uang Garuda dibuka melemah tipis 2 poin atau 0,01% ke level Rp14.094 per dolar AS. Sebelumnya, spot ditutup di posisi Rp14.092 per dolar AS pada akhir pekan (22/11) lalu.

“Ada sejumlah hal yang menjadi perhatian pasar sepanjang pekan ini,” ujar Direktur Utama PT Garuda Berjangka, Ibrahim, dilansir Bisnis. “Indeks harga konsumen (IHK) pada November 2019 diprediksi akan mengalami inflasi bulanan sebesar 0,18% atau tahunan sebesar 3,04%. Jika perkiraan ini tepat, maka inflasi tahun kalender Januari-November 2019 sebesar 2,41% secara tahunan.”

Untuk faktor eksternal, Ibrahim mencatat, The Wall Street Journal, melaporkan bahwa China telah mengundang pejabat perdagangan utama AS, termasuk Perwakilan AS, Robert Lighthizer, dan Menteri , Steven Mnuchin, ke Beijing untuk putaran baru perundingan tatap muka. Laporan itu muncul sehari setelah Reuters mengatakan kesepakatan perdagangan parsial mungkin tidak akan ditandatangani pada tahun ini.

“Para pejabat dari China mengisyaratkan bahwa Beijing dan Washington awal bulan ini hampir menandatangani kesepakatan. Namun, AS, Donald Trump, berkomentar bahwa dia tidak setuju mengembalikan yang ada,” tambah Ibrahim. “Dalam perdagangan pekan ini, baik fundamental maupun teknikal, kemungkinan rupiah masih akan melemah di kisaran Rp14.080-Rp14.140 per dolar AS.”

Senada, ekonom Bank Central , David Sumual, seperti dilaporkan Kontan, menuturkan bahwa sentimen dagang antara Negeri Paman Sam dan Negeri Tirai Bambu menjadi sorotan utama pelaku pasar saat ini. Pasalnya, tensi tersebut terkait erat dengan prospek global serta keputusan bank sentral dunia dalam menentukan arah suku bunga acuan mereka.

Sementara itu, menurut analisis CNBC , mata uang berpotensi untuk bergerak naik pada perdagangan hari ini. Pasalnya, tanda-tanda apresiasi rupiah sudah terlihat di pasar Non-Deliverable Market (NDF). Pasar NDF seringkali memengaruhi psikologis pembentukan harga di pasar spot. Karena itu, kurs di NDF tidak jarang diikuti oleh pasar spot.

Loading...