Selasa Pagi, Rupiah Terpeleset 2 Poin ke Zona Merah

Rupiah - globalaktual.comRupiah - globalaktual.com

JAKARTA – harus terpeleset ke zona merah ketika membuka Selasa (20/8) pagi. Menurut Index, mata uang Garuda mengawali dengan melemah tipis 2 poin atau 0,01% ke level Rp14.240 per AS. Sebelumnya, spot sempat berakhir menguat 2 poin atau 0,01% di posisi Rp14.238 per AS pada Senin (19/8) kemarin.

“Keunggulan rupiah yang terjadi kemarin karena pelaku menanti kebijakan People’s Bank of China (PBOC) dalam penetapan suku bunga acuan,” tutur Direktur Garuda Berjangka, Ibrahim, dilansir Bisnis. “ cenderung berhati-hati menjelang debut suku bunga acuan baru China yang akan diumumkan pada akhir pekan nanti, untuk membantu menurunkan biaya pinjaman bagi dan mendukung perlambatan , yang telah tertekan akibat perang dagang dengan AS.”

Sementara, dari dalam negeri, Ibrahim melanjutkan bahwa pidato kenegaraan Presiden Joko Widodo pada Jumat (16/8) kemarin yang bernada optimistis mengenai pertumbuhan PDB membuat arus modal kembali masuk ke Indonesia. Hal tersebut lantas membuat kembali mengoleksi aset berisiko, termasuk mata uang Garuda.

Di lain sisi, ekonom Bank Permata, Josua Pardede, mengatakan bahwa penguatan rupiah yang cenderung terbatas pada transaksi kemarin karena pelaku pasar dalam negeri menanggapi pernyataan Menteri Keuangan, Sri Mulyani, yang ingin porsi asing di Surat Berharga Negara (SBN) hanya 20%. Padahal, pada Jumat lalu, porsi asing di SBN tercatat 38,45%. “Komentar ini membuat investor membeli dolar AS sehingga penguatan rupiah terbatas,” katanya.

Saat ini, pasar dalam negeri tengah menantikan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada tengah pekan ini. Sejumlah ekonom memprediksi bahwa bank sentral masih akan tetap mempertahankan suku bunga BI 7 Days Reverse Repo Rate (BI 7-DRRR) di angka 5,75%, sambil mengamati kondisi global dan sikap Federal Reserve berikutnya.

Loading...