Rupiah Berjaya di Akhir Pekan Jelang Laporan Data Tenaga Kerja AS

rupiah-menguat.5

mampu melanjutkan tren pada Jumat (3/11) ini setelah indeks AS masih cenderung loyo jelang tenaga kerja Paman Sam terbaru. Menurut Index pukul 15.57 WIB, mata uang NKRI menutup akhir pekan ini dengan penguatan sebesar 54 poin atau 0,40% ke level Rp13.498 per AS.

Sebelumnya, rupiah sudah ditutup menguat 28 poin atau 0,21% di posisi Rp13.552 per dolar AS pada perdagangan Kamis (2/11) kemarin. Kemudian, mata uang Garuda berhasil meneruskan langkah positif setelah pagi tadi dibuka dengan kenaikan signifikan sebesar 41 poin atau 0,30% ke level Rp13.511 per dolar AS. Sepanjang transaksi hari ini, spot bergerak di kisaran Rp hingga Rp per dolar AS.

Dari pasar global, pergerakan indeks dolar AS memang cenderung stabil pada perdagangan hari ini, namun masih dalam tren pelemahan ketika investor menanti data tenaga kerja Paman Sam terbaru. Mata uang greenback terpantau melemah tipis 0,033 poin atau 0,03% menuju level 94,652 pada pukul 08.59 WIB setelah kemarin berakhir di posisi 94,685.

Pelemahan dolar AS sudah berlangsung sejak Kamis, usai Partai Republik di Dewan Perwakilan Rakyat setempat mengeluarkan proposal untuk merombak undang-undang pajak. Partai Republik meminta pemotongan tarif pajak dari semula 35% menjadi 20%, memotong tarif pajak untuk laba dari luar negeri serta pada individu dan keluarga. “Ini bisa menjadi proses yang sulit,” ujar kepala perdagangan Asia Pasifik di OANDA, Stephen Innes.

Sebelumnya, Presiden AS, Donald Trump sudah resmi menunjuk Jerome Powell sebagai Gubernur The Fed yang baru ketika masa jabatan Janet Yellen berakhir pada Februari tahun depan. Dalam sebuah pengumuman di Gedung Putih, Trump menggambarkan Powell sebagai pemimpin yang cerdas dan berkomitmen yang akan membangun prestasi Yellen dalam mengarahkan ekonomi AS setelah pemulihan krisis keuangan 2007-2009.

Karena putusan Trump sudah diprediksikan, saat ini fokus pasar mulai beralih pada laporan data ketenagakerjaan AS yang bakal diumumkan Jumat waktu setempat. Kemarin, Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan bahwa produktivitas sektor nonfarm, yang mengukur output per jam per pekerja, naik pada tingkat tahunan 3,0% sepanjang kuartal ketiga 2017, sekaligus menjadi laju tercepat sejak kuartal ketiga 2014.

Loading...