Rupiah Berbalik Menguat Jelang Putusan The Fed

Rupiah mampu berbalik memanfaatkan pergerakan yang cenderung negatif di Asia ketika sedang cemas menanti putusan meeting. Menurut Bloomberg Index pukul 15.59 WIB, Garuda menutup perdagangan Rabu (15/3) ini dengan penguatan sebesar 6 pin atau 0,04% ke level Rp13.364 per .

Rupiah sebenarnya mengawali transaksi dengan langkah negatif setelah dibuka turun 6 poin atau 0,04% ke posisi Rp13.376 per dolar AS. Istirahat siang, mata uang Garuda sempat berbalik menguat tipis 2 poin atau 0,01% ke level Rp13.368 per dolar AS. Jelang penutupan atau pukul 15.49 WIB, spot masih bertahan di zona hijau usai naik 6 poin atau 0,04% ke Rp13.364 per dolar AS, yang berlanjut hingga akhir dagang.

Sepanjang perdagangan hari ini, indeks dolar AS cenderung bergerak melemah di pasar Asia ketika para investor sedang gelisah menantikan petunjuk yang akan diberikan Bank Sentral AS, Federal Reserve, tentang prospek moneter mereka. Setelah dibuka turun tipis 0,010 poin atau 0,01% ke 101,690, mata uang Paman Sam kembali melemah 0,020 poin atau 0,02% ke 101,680 pada pukul 11.24 WIB.

sendiri melakukan pertemuan kebijakan moneter selama dua hari, yang dimulai Selasa (14/3) kemarin. Dengan prediksi pasar yang mencapai lebih dari 90% untuk kenaikan suku bunga, fokus utama investor beralih pada pernyataan yang akan diberikan tentang laju kenaikan pada tahun 2017 ini.

“Semua orang tentu saja menantikan putusan The Fed,” jelas Direktur Firma Riset Forex di Global-info Co., Kaneo Ogino. “Jadi, kami memperkirakan perdagangan di kisaran yang sempit hingga mendapatkan tanda-tanda yang lebih jelas tentang harapan kenaikan suku bunga acuan sepanjang sisa tahun 2017 ini.”

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi mematok kurs tengah berada di level Rp13.375 per dolar AS, terdepresiasi 15 poin atau 0,11% dibandingkan perdagangan kemarin di Rp13.360 per dolar AS. Di saat yang sama, mayoritas mata uang Asia bergerak menguat terhadap the greenback dengan kenaikan tertinggi dialami rupee India sebesar 0,37%, disusul won Korsel yang melambung 0,36%.

Loading...