Rupiah Berakhir Terapresiasi 30 Poin Jelang Pidato Janet Yellen

JakartaMenjelang pidato Gubernur Federal Reserve Janet Yellen pada akhir pekan ini membuat gerak dolar AS cenderung terbatas. Spekulasi mengenai kenaikan dari The Fed justru mengakibatkan kekuatan dolar AS melemah.

Pada penutupan dagang hari ini, Jumat (26/8) rupiah bergerak stabil di zona hijau dan berakhir menguat sebesar 0,23 persen atau 30 poin ke Rp 13.212 per dolar AS. Sepanjang hari ini rupiah diperdagangkan pada kisaran angka Rp 13.219 – Rp 13.251 per dolar AS di spot exchange.

Tak hanya rupiah, semua di kawasan Tenggara terpantau menguat. Dolar Singapura mengalami penguatan sebesar 0,14%, ringgit Malaysia menguat 0,43%, naik 0,22%, dan peso Filipina juga 0,31%.

Reza Priyambada, Kepala Riset NH Securities Indonesia menjelaskan jika pertemuan The Fed di Jackson Hole hari ini jadi sentimen utama yang menggerakkan mayoritas mata uang dunia.

“Biasanya menjelang rapat banyak sentimen dan spekulasi. Namun mendekati hari H, pelaku pasar punya persepsi yang mereka yakini benar. Pelaku pasar mulai mencermati sikap Fed. Menedekati hari H, pelaku pasar mulai mencoba bersikap rasional. (Pelaku pasar saat ini mulai memperkirakan) sepertinya Fed belum akan menaikkan suku bunga,” ujar Reza Priyambada.

Selain itu, dari faktor domestik menurut Analis Tresuri Bank BNI Resti Aviadinie, perkiraan bulan Agustus 2016 ini menjadi faktor positif yang mendorong nilai tukar mata uang Garuda. Di samping itu pernyataan Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo berkaitan dengan pelonggaran kebijakan moneter juga ikut berperan.

Loading...