Rupiah Berakhir Menguat Saat Pasar Menanti Komentar Pejabat Fed

rupiah menguat

Meski indeks AS mampu rebound ketika menunggu komentar Federal Reserve, tetap mampu mempertahankan posisinya di zona hijau. Menurut laporan Index pukul 15.58 WIB, Garuda mengakhiri transaksi Senin (19/6) ini dengan penguatan sebesar 17 poin atau 0,13% ke level Rp13.282 per dolar AS.

Rupiah membuka dengan 8 poin atau 0,06% ke posisi Rp13.291 per dolar AS. Istirahat siang, mata uang Garuda kembali mengalami apresiasi sebesar 6 poin atau 0,06% ke level Rp13.293 per dolar AS. Jelang penutupan atau pukul 15.38 WIB, spot masih nyaman di zona hijau setelah naik 13 poin atau 0,10% ke posisi Rp13.286 per dolar AS.

Dari global indeks dolar AS mampu berbalik menguat ketika investor menunggu komentar dari pejabat tinggi Federal Reserve. Setelah dibuka dengan pelemahan sebesar 0,043 poin atau 0,04% ke level 97,121, mata uang Paman Sam mampu bangkit dengan menguat tipis 0,043 poin atau 0,04% ke posisi 97,207 pada pukul 07.50 WIB.

Diberitakan Reuters, pasar global saat ini tengah menantikan komentar Presiden Fed wilayah New York, William Dudley, mengenai kemungkinan dukungan terhadap dolar AS. Dudley sendiri dijadwalkan akan ikut ambil bagian dalam sebuah perundingan dengan pemimpin bisnis lokal di Plattsburgh, New York, AS.

“Di tengah data ekonomi Paman Sam pada hari Jumat (16/6), Dudley dapat memberikan pandangan mengenai apakah The Fed masih siap untuk melanjutkan normalisasi kebijakan moneter,” ujar kepala strategi valas di Mizuho Securities, Masfumi Yamamoto. “Pandangan saya adalah bahwa Dudley tidak akan terdengar terlalu dovish dan akan membiarkan kenaikan bertahap dolar AS berlanjut.”

Sementara itu, siang tadi menetapkan tengah berada di posisi Rp13.286 per dolar AS, naik 12 poin atau 0,10% dibandingkan perdagangan sebelumnya di level Rp13.298 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia bergerak positif melawan greenback, dengan penguatan tertinggi dialami won Korea Selatan sebesar 0,30% dan ringgit Malaysia sebesar 0,16%.

Loading...