Rupiah Berakhir Melemah Super Tipis Jelang Libur Natal

harus menutup Jumat (22/12) ini di zona merah sebelum libur panjang untuk merayakan Hari Raya Natal. Menurut Index pukul 15.55 WIB, mata uang Garuda menyelesaikan akhir pekan ini dengan pelemahan super tipis hanya sebesar 1 poin atau 0,01% ke level Rp13.556 per dolar AS.

Sebelumnya, rupiah ditutup melonjak 24 poin atau 0,18% di posisi Rp13.555 per dolar AS pada tutup dagang Kamis (21/12) kemarin, disokong penaikan peringkat utang Indonesia. Namun, pagi tadi, mata uang NKRI harus berbalik melemah 4 poin atau 0,03% ke level Rp13.559 per dolar AS ketika membuka pasar. Sepanjang transaksi hari ini, spot bergerak fluktuatif sebelum akhirnya ditutup di zona merah.

Dari pasar , indeks dolar AS naik tipis pada hari Jumat meskipun tetap berada di jalur untuk pelemahan mingguan, sedangkan euro merosot setelah hasil pemilihan Catalan menunjukkan kemenangan untuk separatis, yang sekaligus menjadi pukulan bagi Madrid. Mata uang Paman Sam terpantau menguat 0,1% ke level 93,400 terhadap sekeranjang mata uang utama, walau mengalami pelemahan mingguan sebesar 0,6%.

Di sisi lain, mata uang Benua Biru terpantau melemah 0,2% ke level 1,1848 terhadap , ketika voting untuk memilih parlemen daerah Catalan menunjukkan partai separatis mampu meraup 70 suara dari 135 orang. Spanyol sebenarnya berharap pemilihan Catalan akan ‘melucuti’ partai-partai pro-kemerdekaan untuk menguasai parlemen daerah dan mengakhiri kampanye kemerdekaan mereka.

“Ada support di level 1,1800 dolar AS yang kemungkinan akan membatasi sisi negatif mata uang euro,” kata seorang analis teknikal senior di Mizuho Securities, Yutaka Miura, seperti dikutip Reuters. “Sepanjang tahun ini, meski menjelang , banyak pelaku pasar yang pergi dan sehingga likuiditas tipis, jadi investor perlu mewaspadai segala kemungkinan.”

Sementara itu, siang tadi Bank Indonesia menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp13.558 per dolar AS, terdepresiasi 13 poin atau 0,09% dari perdagangan sebelumnya di level Rp13.545 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mata uang Asia bergerak mixed versus greenback, dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,36% dialami won Korea Selatan, sedangkan pelemahan terdalam sebesar 0,29% menghampiri ringgit Malaysia.

Share this post

PinIt
Loading...
scroll to top