Rupiah Berakhir Melemah Jelang Rilis Data Ekonomi AS

Jelang pengumuman laporan non-farm payroll Paman Sam, harus berbalik melemah di detik-detik akhir perdagangan. Menurut laporan Bloomberg Index pukul 15.59 WIB, Garuda harus memungkasi transaksi akhir pekan (2/6) ini dengan pelemahan sebesar 8 poin atau 0,06% ke level Rp13.315 per .

Rupiah sebenarnya mengawali perdagangan dengan menguat 11 poin atau 0,08% ke posisi Rp13.296 per dolar AS. Istirahat siang, mata uang Garuda kembali naik tipis 4 poin atau 0,03% ke level Rp13.303 per dolar AS. Jelang penutupan atau pukul 15.45 WIB, spot masih bertahan di zona hijau setelah terapresiasi 1 poin atau 0,01% ke Rp13.306 per dolar AS, namun tidak mampu berlanjut hingga akhir dagang.

Dari pasar , indeks dolar AS kembali bergerak menguat jelang pengumuman data non-farm payroll Paman Sam yang dijadwalkan hari ini waktu setempat. Setelah dibuka tipis 0,007 poin atau 0,01% ke level 97,191, mata uang Paman Sam berbalik menguat 0,034 poin atau 0,03% ke posisi 97,232 pada pukul 0735 WIB.

Seperti diketahui, laporan ketenagakerjaan sektor swasta ADP menunjukkan pertambahan sebesar 253.000 pekerjaan pada bulan Mei 2017. Angka itu jauh di atas prediksi para ekonom dalam survey Reuters untuk pertambahan sebesar 185.000 pekerjaan. Laporan tersebut dapat mengindikasikan kuatnya laporan payroll pemerintah yang akan dirilis hari ini waktu setempat, yang mencakup perekrutan di sektor publik dan swasta.

“Laporan pekerjaan AS yang akan dirilis hari ini tampaknya akan menjadi kuat, jadi sulit bagi pelaku pasar untuk menjual dolar AS,” jelas senior currency strategist Daiwa Securities, Yukio Ishizuki. “Jika laporan pekerjaan menunjukkan hasil yang benar-benar kuat, dolar AS bisa membuat kemajuan signifikan sehingga mendorong spekulan untuk melepas posisi yang terkait dengan pembelian yen.”

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi menetapkan kurs tengah berada di level Rp13.311 per dolar AS, menguat 10 poin atau 0,07% dibandingkan perdagangan sebelumnya di posisi Rp13.321 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, pergerakan mata uang Asia terpantau bervariasi terhadap greenback, dengan penguatan tertinggi dialami rupee India sebesar 0,15% dan pelemahan terdalam menghampiri yen Jepang sebesar 0,21%.

Loading...