Riyal Stagnan di 3,75 per Dolar AS, Arab Saudi Disarankan Ubah Patokan

Turunnya selama dua tahun terakhir turut membuat nilai tukar riyal . Menurut laporan Bloomberg Index dan Google , dalam beberapa pekan terakhir, Arab Saudi itu diperdagangkan di level 3,75 per .

Nilai tukar riyal yang stagnan di posisi 3,75 per dolar AS membuat para analis menyarankan agar pemerintah berhenti mematok nilai tukar terhadap dolar AS. Meski kebijakan ini sudah dilakukan sejak 1986, namun harga minyak yang jatuh sejak 2014, yang membuat defisit anggaran sebesar 100 miliar dolar AS, telah memicu spekulasi apakah kebijakan ini masih perlu dipertahankan.

Peneliti di , Ryadh Alkhareif dan John Qualls, menganalisis keuntungan dan kerugian dari pengaturan kebijakan mata uang. Dalam paper berjudul “Saudi Arabia’s Exchange Rate Policy: It’s Impact on Historical Economic Performance”, mereka menyebutkan bahwa kebijakan untuk menghilangkan patokan kepada dolar AS bisa membuat kurs riyal bisa berfluktuasi secara bebas.

“Untuk saat ini, menjaga pasak itu mungkin jalan terbaik untuk Arab Saudi,” tulis mereka. “Ke depan, ada argumen yang baik dalam mendukung dan mempertahankan nilai tukar tetap , terutama dalam waktu dekat.”

Paper ini sendiri diterbitkan akhir bulan lalu bersamaan dengan pengumuman reformasi yang disampaikan Deputi Putra Mahkota, Mohammed bin Salman, untuk memotong ketergantungan pada minyak. Namun hingga saat ini, pendapatan terbesar Arab Saudi masih didapatkan dari sektor minyak bumi.

Loading...