Ritel di Asia Tumbuh Subur, Pusat Ekonomi Dunia Bergerak ke Selatan dan Timur

JAKARTA – Asia telah menjadi rumah ritel paling dinamis di dunia, demikian bunyi terbaru dari penelitian yang dilakukan oleh JLL, sebuah manajemen . Dengan 12 kota ritel yang tumbuh pesat di Asia, delapan di antaranya di China, menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi global bakal didorong dari kawasan Asia Pasifik.

Menurut laporan JLL, Dubai menjadi kota dengan pertumbuhan ritel paling cepat di dunia, disusul Shanghai di tempat kedua dan Beijing di posisi ketiga. Adapun posisi kesembilan hingga tigabelas, berturut-turut ditempati oleh Bangkok, Chengdu, Kuala Lumpur, Jakarta, dan Manila. Sementara, hanya dua kota di Eropa yang berada di daftar 20 besar, yaitu Moskow dan Istanbul.

Secara keseluruhan, JLL melihat London sebagai kota “paling menarik” bagi pengecer, disusul Hong Kong di peringkat kedua dan Paris di posisi ketiga. Sementara, Dubai, Singapura, Shanghai, Tokyo, dan Beijing menggenapi 10 besar, disusul Bangkok, Taipei, Seoul, dan Osaka yang ada di 20 besar.

Studi juga ini melihat kehadiran 240 merek ritel internasional di 140 kota, yang membuat 36% dari produk domestik bruto dunia. “Penetrasi merek internasional tumbuh subur di beberapa kota ritel di dunia, terutama di Asia,” kata Chairman JLL’s Global Retail Leasing Board, David Zoba.

Meski pendapatan dan daya beli di banyak negara Asia masih tetap rendah, namun bagian dari daya tarik negara berkembang adalah biaya sewa yang relatif rendah. “Tempat-tempat seperti Ho Chi Minh, Jakarta, dan Bangalore memberikan kesempatan bagi pengecer untuk membangun merek mereka dengan sewa kurang dari 2.000 dolar AS per meter persegi per tahun dengan proyeksi penjualan di toko meningkat 8% menjadi 10% hingga tahun 2019,” tulis JLL.

Model negara-kota semacam Singapura dan Hong Kong yang berorientasi pada perdagangan juga mendapatkan dari tingginya jumlah pengunjung, seperti wisatawan asing atau pelancong . Arus urbanisasi juga tidak bisa diabaikan oleh para ritel, terutama di China.

“Shanghai memberikan sebuah efek gravitasi karena dan kekayaan tawaran ritel,” terang Kepala JLL untuk penelitian di China bagian utara, Steven McCord. “Karena itu, hampir 80 juta orang akan menempuh perjalanan secara teratur ke Shanghai untuk berbelanja.”

Kota-kota di Asia memang diprediksi akan terus tumbuh selama beberapa dekade mendatang karena kawasan ini menjadi lebih kaya. McKinsey Global Institute (MGI) memperkirakan bahwa dalam 15 tahun ke depan, “pusat gravitasi dari dunia urban akan bergerak ke selatan dan ketimur”.

Menurut MGI, setengah dari PDB global pada tahun 2007 berasal dari 380 kota di negara berkembang. “Dan, pada tahun 2025, 136 kota-kota di negara berkembang dunia bakal berada di daftar 600 besar ekonomi terbesar, termasuk 100 kota di China,” terang MGI.

Loading...