Ritel AS Naik, Rupiah Lanjut Melemah di Awal Pekan

Rupiah melemah diawal pekanRupiah melemah diawal pekan - www.firststate-futures.com

JAKARTA – Data penjualan ritel terbaru yang mengalami peningkatan ternyata berdampak negatif pada di pembukaan Senin (17/6) ini. Menurut laporan Index, Garuda membuka pekan dengan melemah 11 poin atau 0,08% ke level Rp14.336 per AS. Sebelumnya, spot sudah ditutup turun 45 poin atau 0,32% di posisi Rp14.325 per AS pada akhir pekan (14/6) kemarin.

Jumat waktu setempat, Departemen Perdagangan AS melaporkan bahwa penjualan ritel negara tersebut sepanjang Mei kemarin naik 0,5%. Kenaikan ini didorong oleh pembelian kendaraan bermotor oleh rumah tangga. Sebelumnya, penjualan ritel di bulan April juga dilaporkan tumbuh 0,3%, bukan turun 0,2% seperti yang dipaparkan sebelumnya.

Selain kendaraan, pertumbuhan penjualan juga didorong oleh pembelian bahan bangunan, furnitur, dan elektronik. Warga AS juga menghabiskan uang lebih banyak melalui platform penjualan online untuk mereka dan hobi. Penjualan ritel inti ini paling sesuai dengan komponen pengeluaran konsumen pada (PDB).

“Laporan hari ini sedikit melegakan bagi karena mereka butuh rasa urgensi bagi mereka untuk bertindak,” ujar kepala ekonomi AS di Bank of America Corp, Michelle Meyer, dilansir NWA Online. “Tren dalam tiga bulan terakhir untuk belanja konsumen cukup solid setelah kuartal pertama tercatat sedikit melunak.”

Penjualan ritel tidak merata awal tahun ini, sehingga mempersulit para ekonom untuk menangani pengeluaran konsumen. Tetapi, dengan revisi April, perkiraan sebelumnya menunjukkan penurunan, penjualan kini telah meningkat selama tiga bulan berturut-turut. Dengan tingkat pengangguran pada level terendah lima dekade di 3,6% dan kenaikan upah dengan mudah melampaui inflasi, belanja konsumen kemungkinan akan terus tumbuh tahun ini.

“Pada pekan ini, rupiah akan bergerak terbatas seiring dengan fokus yang menanti pertemuan Presiden AS, , dan Presiden China, Xi Jinping, di KTT G20 di Jepang,” kata Kepala Riset dan Edukasi PT Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra. “Perang dagang akan menahan penguatan rupiah karena pertemuan G20 telah menanti di pekan berikutnya.”

Loading...