Risiko Geopolitik Jadi Momok, Rupiah Berakhir di Zona Merah

Risiko geopolitik jelang pertemuan AS-China menjadi sentimen negatif bagi sebagian besar di Asia, termasuk . Menurut Bloomberg Index pukul 15.57 WIB, mata uang Garuda harus menutup perdagangan Kamis (6/4) ini dengan pelemahan sebesar 8 poin atau 0,06% ke level Rp13.328 per dolar AS.

Rupiah sudah melemah sejak awal dagang dengan turun 3 poin atau 0,02% ke posisi Rp13.323 per dolar AS. Istirahat siang, mata uang Garuda kembali 10 poin atau 0,08% ke level Rp13.330 per dolar AS. Jelang penutupan atau pukul 15.47 WIB, spot masih tertahan di zona negatif usai 15 poin atau 0,11% ke posisi Rp13.335 per dolar AS.

Sepanjang perdagangan hari ini, indeks dolar AS sebenarnya cenderung bergerak melemah karena terbebani kehati-hatian mengenai pertemuan antara AS dengan China serta kekhawatiran geopolitik usai Korea Utara melakukan uji coba rudal balistik. Setelah dibuka di zona merah, the kembali melorot 0,08 poin atau 0,08% ke level 100,48 pada pukul 12.44 WIB.

Indeks dolar AS sebelumnya sempat meningkat ke level tertinggi selama tiga pekan menyusul laporan ADP mengenai pekerjaan sektor swasta Paman Sam. Namun, dolar AS kembali melemah meski ada komentar hawkish pada risalah meeting bulan Maret yang dirilis kemarin, yang menunjukkan bahwa sebagian besar pembuat kebijakan berpendapat The Fed harus mulai memangkas neraca senilai 4,5 triliun dolar AS akhir tahun ini.

“Meski isi risalah The Fed seharusnya mendukung dolar AS, namun penguatan tertahan aksi di , yang bereaksi negatif terhadap laporan tersebut,” papar Analis Senior Bank of America Merrill Lynch, Shusuke Yamada. “Risiko geopolitik juga membebani dolar AS dan mulai melihat perkembangan terakhir mengenai Korea Utara serta ingin mengetahui implikasi geopolitik dari pertemuan AS-China.”

Ketegangan regional memang meningkat usai Korea Utara melakukan uji coba penembakan rudal balistik pada Rabu (5/4), hanya sehari sebelum pertemuan Donald Trump dengan Presiden China, Xi Jinping. Kekhawatiran di pasar keuangan juga memuncak karena kritik konstan Trump terhadap kebijakan China yang menekan minat investor terhadap aset berisiko.

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi menetapkan kurs tengah berada di level Rp13.327 per dolar AS, menguat tipis 2 poin atau 0,01% dibandingkan perdagangan sebelumnya di posisi Rp13.329 per dolar AS. Di saat yang sama, mayoritas mata uang Asia melemah terhadap dolar AS, dengan pelemahan terdalam dialami won Korea Selatan sebesar 0,83% dan dolar Taiwan sebesar 0,35%.

Loading...