Rilis Hasil FOMC Makin Dekat, Rupiah Dibuka Melemah ke Rp 13.376/USD

www.bloomberg.com

Jakarta mengawali hari ini, Rabu (15/3) dengan pelemahan sebesar 6 poin ke posisi Rp 13.376 per AS. Sebelumnya, berakhir melemah 14 poin atau 0,10 persen ke level Rp 13.370 per usai bergerak di rentang angka Rp 13.353 hingga Rp 13.385 per .

Laju Garuda masih dibayangi oleh sentimen menjelang rilis hasil FOMC meeting pada Kamis dini hari nanti. “Rupiah cukup melemah. Kita lihat (jika) Fed naikkan (maka) beberapa (akan) pilih dolar dibandingkan mata uang lain,” ungkap Ekuitas BNI Securities Richard Jerry.

Sementara itu Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta memprediksi jika akan menaikkan FFR target sebesar 25 basis poin. Di samping itu para pelaku pasar saat ini juga tengah menunggu rilis data inflasi Amerika Serikat pada Februari 2017 lalu yang diperkirakan akan naik ke posisi 2,7 persen YoY (Year on Year).

Dari , sentimen Arab Saudi yang menambah produksi minyak mentahnya juga turut membuat harga minyak terus mengalami penurunan walaupun dapat mengurangi ekspektasi inflasi .

Rangga Cipta sendiri memperkirakan jika ruang penguatan rupiah akan terbuka pada perdagangan hari ini seiring berkurangnya sentimen negatif. “Secara umum sentimen pelemahan perlahan mulai tergerus dari pasar domestik sehingga justru membuka ruang penguatan rupiah,” tutur Rangga.

Dari dalam negeri, sentimen positif seperti menguatnya IHSG dan SUN dapat menjaga posisi rupiah tetap stabil, terutama menjelang kenaikan suku bunga Amerika Serikat. “Menjelang pertemuan FOMC pergerakan rupiah dapat berfluktuasi lebih tinggi seiring maraknya aksi spekulasi dolar AS,” kata Analis Bina Artha Securities Reza Priyambada.

Loading...