Revisi Larangan Perjalanan untuk 6 Negara Muslim Mulai Diterapkan di AS

Revisi Larangan Perjalanan - internasional.kompas.com

Mahkamah Agung menerima sebagian larangan ( ban) yang diusulkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk warga dari Iran, Libya, Somalia, Sudan, Suriah, dan Yaman, dengan beberapa pengecualian. Larangan perjalanan atau yang juga disebut ban ini diterapkan mulai Kamis (29/6) pukul 20.00 waktu setempat atau Jumat (30/6) pukul 07.00 WIB.

Meski terkena larangan, 6 negara dengan mayoritas muslim tersebut masih bisa melakukan perjalanan ke AS, namun mereka harus membuktikan bahwa dirinya memiliki hubungan ‘yang dapat dipercaya’ dengan seseorang atau kesatuan di AS yang terbentuk lewat jalur biasa, bukan untuk menghindari larangan.

New York Times membuat panduan yang cukup interaktif mengenai siapa saja yang diizinkan dan tidak diizinkan untuk memasuki AS. Menurut New York Times, pihak Trump telah mengklarifikasi bahwa ‘ dekat’ mencakup orang tua (termasuk mertua), pasangan, anak-anak, anak laki-laki atau perempuan dewasa, menantu laki-laki, menantu perempuan, dan saudara kandung (termasuk saudara tiri). Namun tidak termasuk kakek-nenek, cucu, bibi, paman, keponakan laki-laki dan perempuan, sepupu, ipar laki-laki dan perempuan, tunangan, dan juga keluarga besar lainnya.

Hubungan ‘yang dapat dipercaya’ dengan entitas dapat meliputi menjadi pembicara di sebuah universitas di AS atau menerima pekerjaan dari di AS. Namun biasanya dan organisasi nirlaba membebaskan dari menciptakan hubungan seperti memanggil seseorang ‘klien’ untuk menghindari mereka menghindari pelarangan tersebut.

Selain itu, pemegang kartu hijau (green card), warga negara ganda, warga negara Amerika, dan diplomat juga diizinkan masuk ke AS. Diplomat termasuk pengunjung PBB, pejabat NATO, perwakilan , dan lain-lain dengan visa A-1 atau A-2. Demikian pula dengan siswa dan pekerja juga diizinkan masuk AS, terlepas dari apakah mereka memiliki visa atau tidak. Pasalnya mereka telah memenuhi syarat untuk visa kerja non-imigran karena memiliki hubungan ‘yang dapat dipercaya’ di AS.

Lantas siapa yang ‘mungkin’ diperbolehkan masuk AS? Terdapat beberapa kategori penduduk yang mungkin diperbolehkan, antara lain wisatawan dan pelancong bisnis. Namun mereka harus memiliki visa non-imigran untuk dapat bepergian ke AS. Jika tidak, mereka perlu membuktikan adanya hubungan ‘yang dapat dipercaya’ dengan seseorang atau entitas dari AS.

Orang-orang dengan visa imigran baru yang memperoleh visanya lewat pekerjaan atau status keluarga tidak akan dilarang masuk AS, tetapi mereka yang memperoleh status secara kebetulan tidak dapat masuk jika tak dapat membuktikan hubungan ‘yang dapat dipercaya’ dengan seseorang atau entitas di AS.

Berdasarkan keputusan Mahkamah Agung AS, pengungsi dilarang memasuki AS selama 120 hari, tetapi pengungsi dengan hubungan ‘bonafide’ dengan orang-orang di AS diizinkan masuk, dan pengungsi yang telah memasuki AS juga akan diizinkan untuk tinggal. Namun masih belum jelas apakah pengungsi yang terhubung dengan lembaga transmigrasi akan diizinkan untuk memasuki negara atau tidak.

Setiap orang yang tidak memenuhi kriteria ini dan berasal dari 6 negara tersebut akan dilarang memasuki AS selama 90 hari berikutnya. Pihak Mahkamah Agung AS akan menetapkan keputusan akhir tentang travel ban ini pada musim gugur.

Loading...