Resistensi Antibiotik Bakal Bunuh Satu Orang per Tiga Detik Pada 2050

Selama abad ke-20, antibiotik memang telah merevolusi kedokteran dengan menyelamatkan jutaan jiwa dengan memberantas berbagai macam manusia selama berabad-abad. Namun pada saat yang sama, antibiotik ini menciptakan bakteri generasi baru yang justru resisten (kebal) terhadap antibiotik tersebut.

Menurut penelitian terbaru, saat ini resistensi antibiotik bertanggung jawab untuk sekitar 700.000 kematian setiap tahun. Pada tahun 2050, diperkirakan jumlah itu akan meningkat menjadi 10 juta sekaligus menjadikannya sebagai pembunuh yang lebih mengerikan daripada kanker. Dengan kata lain, pada tahun 2050, resistensi antibiotik akan membunuh satu orang setiap tiga detik.

Selain kehidupan manusia, resistensi antibiotik juga mengancam dunia. Jika tidak ada tindakan pencegahan, maka biaya produksi diramal akan hilang sekitar 100 triliun AS. Di saja, resistensi antibiotik menyebabkan 2 juta infeksi dan menghabiskan biaya kesehatan itu lebih dari 20 miliar AS.

Dalam 15 tahun terakhir, dan perusahaan telah melakukan penelitian antibiotik secara berkelanjutan, yang meski tidak mudah, tetapi pasti memiliki nilai komersial yang lebih tinggi. Dan, dari 38 miliar dolar AS dana yang disalurkan untuk penelitian dan pengembangan dalam rentang tahun 2003 hingga 2013, hanya 1,8 miliar dolar AS yang disalurkan untuk penelitian resistensi antibiotik.

Untuk mencegah kejadian yang tidak diinginkan, aksi memang perlu digalakkan sejak sekarang. Pengembangan metode baru dalam pengobatan hingga meningkatkan kebersihan adalah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meminimalkan dampak resistensi antibiotik.

Loading...