Rencana Reformasi Pajak AS ‘Bermasalah’, Rupiah Berakhir Positif

kembali sukses memanfaatkan gerak loyo AS seiring kekhawatiran prospek kelanjutan reformasi pajak Paman Sam usai Presiden Donald Trump cekcok dengan rekannya di Partai Republik. Menurut Index pukul 15.59 WIB, mata uang NKRI mampu mengakhiri hari ini (10/10) dengan penguatan sebesar 6 poin atau 0,04% ke level Rp13.512 per dolar AS.

Sebelumnya, pada awal pekan (9/10) kemarin, rupiah mampu ditutup naik tipis 1 poin atau 0,01% di posisi Rp13.518 per dolar AS. Kemudian, tren positif rupiah berlanjut pagi tadi dengan dibuka menguat 14 poin atau 0,10% menuju level Rp13.504 per dolar AS. Sepanjang hari ini, spot bergerak di kisaran Rp13.480 hingga Rp13.519 per dolar AS.

Dari , indeks dolar AS cenderung lemas pada transaksi hari ini, di tengah kekhawatiran seputar kelanjutan rencana reformasi pajak AS, usai Presiden Donald Trump diberitakan berselisih dengan sesama rekannya dari Partai Republik. Mata uang Paman Sam terpantau melemah 0,135 poin atau 0,14% menuju level 93,540 pada pukul 10.32 WIB meski sebelumnya dibuka di zona hijau.

Reuters memberitakan, Trump mengeluarkan komentar sengit dalam akun Twitter pribadinya terhadap Senator Bob Corker di akhir pekan lalu, beberapa saat usai pihak Kongres yang dikendalikan kubu Republik mengambil langkah penting untuk memajukan undang-undang perpajakan. Trump menyerang Corker dalam serangkaian cuitannya dan mencemooh bahwa anggota parlemen tersebut telah ‘meminta’ dukungannya menjelang agenda pemilihan tahun depan.

Corker menjawab dengan menggambarkan Gedung Putih sebagai ‘pusat penitipan anak dewasa’, dan mengatakan kepada New York Times bahwa Trump berisiko menempatkan negara tersebut pada jalan menuju ‘Perang Dunia ketiga’. Partai Republik berharap bahwa Corker pada akhirnya akan memberikan suaranya atas rencana reformasi perpajakan demi dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, namun cuitan Twitter Trump dilihat tidak akan membantu.

Dolar AS juga tidak banyak bergerak di pasar karena pelaku pasar mencermati dampak dari provokasi Korea Utara terhadap lawan-lawannya. Sebelumnya, greenback telah melemah karena ada kekhawatiran Pyongyang sedang mempersiapkan uji coba rudal jarak jauh. “Pasar memang masih melihat aktivitas Korea Utara,” ujar Mizuho Securities, Masafumi Yamamoto.

Sementara itu, siang tadi Bank Indonesia mematok kurs tengah berada di posisi Rp13.491 per dolar AS, menguat 13 poin atau 0,09% dari perdagangan sebelumnya di level Rp13.504 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia berhasil mengungguli greenback, dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,38% dialami renminbi China, disusul dolar Singapura yang melonjak 0,29%.

Loading...