Reli Penguatan Dolar Terhenti, Rupiah Justru Berakhir di Zona Merah

Reli penguatan AS yang terhenti ternyata tidak mampu dimanfaatkan untuk bergerak ke zona hijau. Menurut Index pada pukul 15.58 WIB, mata uang Garuda harus menutup Selasa (22/11) ini di zona negatif usai 37 poin atau 0,28% ke level Rp13.443 per dolar AS.

Rupiah sudah melemah di awal dagang dengan tipis 4 poin atau 0,03% ke posisi Rp13.410 per dolar AS. Istirahat siang, mata uang Garuda kembali 33 poin atau 0,25% ke level Rp13.439 per dolar AS. Jelang tutup dagang atau pukul 15.35 WIB, spot masih tertahan di zona merah dengan melemah 14 poin atau 0,10% ke Rp13.420 per dolar AS.

Sebelumnya, Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta, menuturkan bahwa pelemahan indeks dolar AS dan reli minyak mentah dunia diprediksi bakal memberikan dorongan penguatan kurs rupiah. “Hari ini, dorongan penguatan (untuk rupiah) bisa bertambah dan berlanjut di tengah surutnya kekuatan dolar AS dan kembalinya penguatan minyak,” kata Rangga.

“Indeks dolar AS dan imbal hasil US Treasury yang mulai turun memperlihatkan mulai jenuh dengan Trump Effect,” sambung Rangga. “Sementara, harga minyak sempat naik tajam seiring spekulasi pemangkasan produksi oleh OPEC yang kembali muncul menjelang pertemuan pada 30 November mendatang.”

Meski demikian, Rangga menambahkan, volatilitas berpeluang muncul kembali saat mendekati jadwal aksi demonstrasi pada 25 November 2016. “Pasar juga akan menantikan perubahan kebijakan bank sentral AS pada minggu kedua Desember,” sambungnya.

Senada, Ekonon Bank Permata, Josua Pardede, juga mengatakan bahwa isu demonstrasi di Jakarta membawa kekhawatiran pasar sehingga menambah tekanan bagi mata uang Garuda. “Rupiah memang berpeluang kembali melemah seiring masih minimnya sentimen positif dari dalam negeri,” ujar Josua.

Sementara itu, pergerakan mata uang Asia terpantau bervariasi terhadap dolar AS. Hingga Selasa siang, baht Thailand dan dolar Taiwan kompak menguat, masing-masing 0,21% dan 0,37%. Sementara, ringgit Malaysia justru turun 0,21%, disusul yen Jepang yang melemah tipis 0,02%.

Loading...