Reli Harga Minyak Sokong Dolar, Rupiah Berakhir Merah

Reli mentah dunia mampu menyokong nilai tukar AS sehingga membuat rupiah harus berbalik pada penutupan Rabu (27/12) ini. Menurut Index pukul 15.59 WIB, NKRI mengakhiri dengan pelemahan tipis sebesar 7 poin atau 0,05% ke level Rp13.561 per dolar AS.

Sebelumnya, rupiah berakhir di posisi Rp13.554 per dolar di penutupan perdagangan Selasa (26/12) kemarin. Pagi tadi, spot mampu dibuka menguat tipis 3 poin atau 0,02% ke level Rp13.551 per dolar AS. Sepanjang transaksi hari ini, mata uang Garuda bergerak cukup fluktuatif versus greenback sebelum akhirnya terdampar di zona merah.

Dari , indeks dolar AS masih bergerak naik tipis pada perdagangan Rabu, salah satunya ditopang reli harga minyak mentah dunia. Mata uang Paman Sam tersebut terpantau menguat 0,015 poin atau 0,02% ke level 93,272 pada pukul 10.41 WIB terhadap sekeranjang mata uang utama dunia, setelah sebelumnya ditutup terdepresiasi 0,010 poin atau 0,01% di posisi 93,257 pada Selasa kemarin.

Reuters mengabarkan bahwa harga minyak mentah dunia melonjak setelah terjadi ledakan pada jaringan pipa di Libya. Sebuah pipa yang dioperasikan oleh Waha Oil, yang membawa minyak mentah ke terminal ekspor terbesar Libya, meledak pada hari Selasa kemarin, menjatuhkan output negara tersebut sebesar 70.000-100.000 barel per hari.

Harga minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman Februari 2018 pun berakhir naik 1,50 poin menuju level 59,97 dolar AS per barel pada tutup dagang Selasa, sekaligus posisi tertinggi sejak Juni 2015. Sementara, minyak Brent untuk kontrak Februari 2018 juga ditutup menguat 1,77 poin atau 2,71% di posisi 67,02 dolar AS per barel, atau level tertinggi sejak Mei 2015.

“Mata uang berkaitan dengan komoditas cenderung mendapatkan dukungan atas reli minyak mentah, meskipun masih belum jelas apakah akan ada kenaikan harga minyak yang berkelanjutan,” ujar kepala perdagangan di Asia Pasifik untuk OANDA, Stephen Innes. “Dengan banyaknya pelaku pasar yang menjalani liburan jelang akhir tahun, pergerakan mata uang dapat dipengaruhi oleh kondisi volume perdagangan yang tipis.”

Sementara itu, siang tadi Bank Indonesia mematok kurs tengah berada di level Rp13.563 per dolar AS, melemah 4 poin atau 0,02% dari perdagangan sebelumnya di posisi Rp13.558 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia tidak berdaya melawan greenback, dengan pelemahan terdalam sebesar 0,19% dialami baht Thailand.

Loading...