Reformasi Pajak AS Terancam Ditunda, Rupiah Naik Tipis ke Rp 13.513/USD

rupiah menguat

Jakarta – Kurs dibuka naik tipis sebesar 1 poin atau 0,01 persen ke level Rp 13.513 per di awal pagi hari ini, Kamis (9/11). Kemarin, Rabu (8/11) Garuda berakhir terapresiasi 1 poin ke posisi Rp 13.514 per AS usai diperdagangkan pada rentang angka Rp 13.512 hingga Rp 13.539 per AS.

Sementara itu kurs dolar AS terpantau melemah 0,01 persen menjadi 94,903 terhadap 6 mata uang utama di akhir perdagangan Rabu atau Kamis WIB. Pelemahan the Greenback ini seiring dengan kekhawatiran para pelaku pasar terkait kemungkinan ditundanya rencana Amerika Serikat.

Para pemimpin Senat Republik belum lama ini dilaporkan tengah mempertimbangkan untuk menunda 1 tahun dalam pelaksanaan pemotongan pajak perusahaan besar untuk mematuhi peraturan senat. Anggota Partai Republik di Dewan Perwakilan Rakyat AS pekan lalu juga telah mengumumkan RUU untuk merombak kode pajak AS dalam beberapa dasawarsa dengan mengurangi pajak penghasilan individual dalam perusahaan secara signifikan.

Hal tersebut dapat mengurangi jumlah kurung pajak pendapatan pribadi dari 7 menjadi 4, dan juga mempertahankan tingkat pajak penghasilan individual tertinggi sebesar 39,6 persen. Dengan demikian, tarif pajak penghasilan badan akan berkurang dari 35 persen menjadi hanya 20 persen saja. “Dolar melemah terhadap berbagai macam mata uang seperti euro, yen dan dolar Australia menyusul berita Washington Post,” ujar Yukio Ishizuki, analis mata uang senior Daiwa Securities, seperti dilansir Reuters.

Dari dalam negeri, gerak rupiah cenderung terbatas karena data penjualan ritel dalam negeri ternyata meleset dari perkiraan. “Prediksi pasar naik 2,5%, tapi ternyata cuma 1,8%,” ungkap Research & Analyst Monex Investindo Futures Putu Agus Pransuamitra.

Sementara itu, Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan jika rupiah juga cenderung tertekan usai (BI) mengumumkan bahwa cadangan bulan Oktober 2017 hanya sebesar USD 126,5 miliar. Padahal akhir bulan September 2017 lalu cadangan masih berkisar di angka Rp 129,4 miliar.

Loading...