Reformasi Pajak AS Mulai Tunjukkan Progres, Rupiah Kembali Diperdagangkan Melemah

rupiah - economy.okezone.com

Jakarta dibuka 5 poin ke level Rp 13.524 di awal pagi hari ini, Rabu (6/12). Kemarin, Selasa (5/12) berakhir terapresiasi 0,06 persen atau 8 poin ke posisi Rp 13.519 per AS usai diperdagangkan pada rentang angka Rp 13.503 hingga Rp 13.524 per AS.

Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the terpantau diperdagangkan bervariasi terhadap sejumlah mata uang utama. Di akhir perdagangan Selasa atau Rabu pagi WIB, USD dilaporkan naik 0,22 persen menjadi 93,392 di akhir perdagangan lantara para masih mencermati progres reformasi di Amerika Serikat.

Senat AS kabarnya menyetujui rancangan undang-undang dari Partai Republik untuk merombak kode pajak dalam beberapa dasawarsa. Hal ini sekaligus mengindikasikan probabilitas kemenangan legislatif besar yang diraih oleh pemerintahan Donald Trump dan anggota Kongres Partai Republik.

Dewan Perwakilan Rakyat AS telah mengeluarkan rancangan undang-undang perpajakan versinya sendiri bulan lalu dan terdapat beberapa perbedaan dari yang dibuat oleh senat. Partai Republik pun kini berencana menggelar konferensi dalam beberapa pekan ke depan untuk menyesuaikan RUU buatan DPR dan Senat.

Partai Republik sendiri memprioritaskan kegiatan perombakan kode pajak dan berharap dapat mengirimkan rancangan undang-undang akhir pada Trump sebelum Natal. Para analis pun yakin jika RUU akhir ini akan segera dikirimkan ke Donald Trump untuk memperoleh persetujuan walaupun Senat dan DPR mempunyai rancangan undang-undang yang berbeda.

Dari dalam negeri kondisi dinilai masih belum cukup kuat untuk menopang posisi rupiah di pasar spot. Walaupun inflasi November 2017 dilaporkan mengalami pertumbuhan, namun hasil yang didapat masih jauh dari konsensus pasar. Ekonom Bank Permata, Josua Pardede menilai bahwa hari ini rupiah kemungkinan akan menguat. Namun dengan data yang terbatas, maka penguatan rupiah diperkirakan tak terlalu signifikan. “Sentimen tidak banyak dan penguatannya juga terbatas,” katanya, seperti dilansir Kontan.

Sedangkan Analis Valbury Asia Futures Lukman Leong, memprediksi jika rupiah akan cenderung melemah lantaran pasar masih wait and see menjelang dirilisnya data ketenagakerjaan akhir pekan ini serta pertemuan FOMC pada pekan depan.

Loading...