Rebound Dolar AS dan Turunnya Harga Minyak Bakal Tekan Rupiah

Pergerakan rupiah pada perdagangan Kamis (14/3) ini diramal berpeluang melemah. Pasalnya, indeks AS yang kembali rebound serta turunnya berpotensi menekan laju rupiah sepanjang hari ini.

Menurut laporan Index, rupiah mengawali perdagangan hari ini dengan dibuka melemah 75 poin atau 0,57% di Rp13.233. Kemudian, Garuda kembali terdepresiasi 103 poin atau 0,78% ke Rp13.261 per dolar AS pada pukul 08.16 WIB.

“Hari ini rupiah berpeluang kembali tertekan melihat harga minyak yang turun serta indeks dolar AS yang kembali menguat,” ujar Ekonom Samuel Sekuritas , Rangga Cipta. “Indeks dolar AS bisa pulih, walaupun inflasi produsen serta penjualan ritel AS diumumkan memburuk.”

Di sisi lain, tambah Rangga, meski OPEC memangkas proyeksi permintaan minyak dan membantah akan membatasi produksinya, harga minyak mentah Brent bergerak turun walau tipis. “Pengumuman dan neraca perdagangan pada Jumat (15/4) esok akan menjadi fokus utama,” sambung Rangga.

Senada, Research & Analyst , Agus Chandra mengatakan bahwa rebound dolar AS bakal kembali menekan rupiah. Laju rupiah juga terpengaruh ekonomi AS, seperti penjualan ritel Maret dan indeks harga produsen, yang dirilis Rabu (13/4) waktu AS. “Rupiah hari ini akan melemah di kisaran Rp13.050 hingga Rp13.300 per dolar AS,” paparnya.

Pada perdagangan Rabu kemarin, rupiah ditutup melemah 43 poin atau 0,33% ke Rp13.158 per dolar AS. Anjloknya harga minyak dunia dan naiknya indeks dolar AS menekan laju rupiah meski sempat dibuka di zona positif.

Loading...