Rasisme, Alasan Harry-Meghan Markle Mundur dari Istana Inggris?

Pangeran Harry dan istrinya, Meghan MarklePangeran Harry dan istrinya, Meghan Markle -www.hurriyetdailynews.com

LONDON – Baru-baru ini, Meghan Markle dan suaminya, Pangeran Harry, membuat geger ketika mengumumkan pengunduran diri mereka sebagai anggota senior Kerajaan . Langkah ini dilakukan di tengah intrusi dalam kehidupan pribadi mereka, khususnya liputan negatif terhadap sang putri, termasuk pemberitaan mengenai kulitnya yang berwarna, tidak seperti darah murni istana.

Dilansir TRT World, Meghan menjadi orang pertama keturunan Afrika yang menikah dengan keluarga kerajaan Inggris, dan putra pasangan itu, Archie Harrison Mountbatten-Windsor, adalah keturunan pertama raja Inggris yang berasal dari keturunan Afrika. Dalam beberapa tahun terakhir, media Inggris memang kerap mengincar beberapa selebritas kulit hitam dengan nada kritis daripada mereka yang berkulit putih.

Contohnya termasuk pemain sepak bola Inggris dan Manchester City, Raheem Sterling, yang telah menjadi subjek artikel tabloid atas penampilannya di lapangan, kebiasaan belanjanya, hingga camilannya. Setelah menderita pelecehan rasis saat bermain untuk Manchester City melawan Chelsea, Sterling mengecam media karena memicu fenomena tersebut.

Dalam sebuah artikel di New York Times baru-baru ini, penulis Afua Hirsch menggambarkan cara-cara media Inggris dalam melakukan liputan terhadap Meghan sebagai rasial. Dia menunjuk berita utama, yang menggambarkan sang putri sebagai (hampir) ‘Straight Outta Compton’ dan insiden lain ketika seorang presenter BBC dipecat karena membandingkan putra Meghan dengan seekor simpanse.

Tidak sedikit warga yang setuju dengan teori itu. Seorang Twitter bernama Nick menulis, “Saya bukan seorang royalis. Saya pikir mereka adalah kemewahan yang tidak terjangkau dan usang, tetapi saya menyukai Meghan. Dia tidak memiliki apa-apa selain pelecehan dari pers karena dia ras campuran. Mereka tidak bisa menerimanya. Saya harap dia dan Harry memiliki kehidupan yang bahagia! #meganandharry.”

Debat seputar ras semakin sering terjadi di Inggris dengan banyak yang mengkritik keengganan istana untuk menerima bahwa rasisme adalah masalah di tersebut atau untuk berurusan dengan warisan kolonialnya. Penyanyi Stormzy baru-baru ini menjadi fokus kontroversi karena menyatakan rasisme masih menjadi masalah di Inggris.

“Saya sama sekali tidak terkejut. Ini adalah bayangan pahit dari pernikahan mereka di bulan Mei 2018 yang cerah,” tulis Hirsch. “Berapa banyak dari kita yang curiga, bahwa ketika Meghan mulai ke peran barunya sebagai warga Inggris dengan warisan Afrika, akan menjadi pengalamannya tentang rasisme. Ironisnya, tindakan Harry dan Meghan untuk pergi, mungkin merupakan tindakan kepemimpinan kerajaan yang paling berarti yang pernah saya lihat.”

Loading...