Rabu Sore, Rupiah Positif Jelang Putusan The Fed

Rupiah - www.medanbisnisdaily.comRupiah - www.medanbisnisdaily.com

JAKARTA – Setelah bergerak dalam kisaran yang relatif sempit, rupiah akhirnya tetap berada di teritori hijau pada perdagangan Rabu (31/7) sore, ketika fokus utama pasar tertuju pada hasil rapat kebijakan . Menurut Bloomberg Index pada pukul 15.59 WIB, Garuda berakhir menguat tipis 6 poin atau 0,04% ke level Rp14.022 per dolar AS.

Sementara itu, siang tadi Bank menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp14.026 per dolar AS, menguat 8 poin atau 0,06% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.034 per dolar AS. Di saat yang hampir bersamaan, mayoritas mata uang Asia berhasil mengungguli , dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,19% dialami peso Filipina.

Dari pasar global, indeks dolar AS bergerak pada hari Rabu, ketika investor tengah fokus menunggu hasil rapat kebijakan Federal Reserve yang diperkirakan memangkas suku bunga pertama kalinya sejak 2008. Mata uang Paman Sam terpantau melemah 0,035 poin atau 0,04% ke level 98,015 pada pukul 13.13 WIB, setelah sebelumnya berakhir positif.

Seperti diberitakan Reuters, dengan diperkirakan akan menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin, menarik dinanti apakah bank sentral AS akan membiarkan pintu terbuka untuk pelonggaran kebijakan lebih lanjut guna melindungi terbesar dunia dari global yang melambat dan dampak konflik perdagangan. Alat FedWatch CME menunjukkan 78% peluang penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin.

“The Fed kemungkinan akan mencoba dan tidak menghancurkan prospek penurunan suku bunga di masa depan yang dipegang oleh pasar,” papar ahli strategi mata uang senior di Daiwa Securities, Yukio Ishizuki. “Tetapi, pada saat yang sama, Ketua (Jerome) Powell tentu saja tidak dalam posisi untuk menjanjikan pemangkasan di masa yang akan datang, jadi dia diharapkan untuk mempertahankan kata-kata sejelas mungkin.”

Dolar AS di posisi 108,575 terhadap yen Jepang, namun sedikit berubah ke level 1,1154 melawan mata uang euro. Sebelumnya, Bank of Japan pada hari Selasa (30/7) kemarin menahan diri untuk melonggarkan stimulus, tetapi berkomitmen untuk melakukannya ‘tanpa ragu-ragu’ jika perlambatan global membahayakan pemulihan ekonomi negara itu.

Loading...