Rapat BoJ Batasi Gerak Dolar, Rupiah Gagal Rebound di Akhir Dagang

Meski gerak indeks AS relatif terbatas di tengah penantian atas hasil rapat Bank of Japan, namun ternyata tidak mampu memanfaatkan situasi tersebut untuk naik ke zona hijau. Menurut Index pukul 15.59 WIB, harus mengakhiri Rabu (20/12) ini dengan pelemahan sebesar 3 poin atau 0,02% ke level Rp13.579 per dolar AS.

Sebelumnya, rupiah sempat ditutup menguat tipis 5 poin atau 0,04% di posisi Rp13.576 per dolar AS pada akhir dagang Selasa (19/12) kemarin. Namun, pagi tadi, mata uang Garuda berbalik melemah 8 poin atau 0,06% ke level Rp13.584 per dolar AS saat membuka pasar. Sepanjang transaksi hari ini, spot relatif bergerak di rentang yang sempit dan tidak mampu keluar dari zona merah.

Dari pasar , indeks dolar AS sedikit mengalami koreksi pada hari Rabu, setelah sempat bergerak di zona hijau yang ditopang ekspektasi reformasi pajak Paman Sam. Mata uang greenback mengalami pelemahan tipis sebesar 0,014 poin atau 0,01% ke level 94,427 pada pukul 10.19 WIB, setelah sebelumnya ditutup melemah 0,27% di posisi 93,461.

Reuters melaporkan, Dewan Perwakilan Rakyat AS pada Selasa kemarin menyetujui perombakan pajak negara tersebut, terbesar dalam 30 tahun, meskipun anggota Kongres mungkin akan memerlukan pemungutan suara lagi pada hari Rabu waktu setempat karena masalah prosedural. Partai Republik pun yakin bahwa RUU tersebut dapat diteken menjadi undang-undang pada akhir pekan ini.

Meski demikian, gerak dolar AS relatif terbatas karena pelaku pasar memantau pertemuan kebijakan moneter Bank of Japan, untuk memperoleh petunjuk apakah BoJ akan mengikuti langkah The Fed dan ECB dalam mengurangi stimulus. Pidato Gubernur BoJ, Haruhiko Kuroda, sebelumnya telah memicu spekulasi semacam itu ketika dia menyebutkan konsep ‘reversal rate’, level ketika tingkat yang rendah mulai memiliki efek samping yang lebih berbahaya daripada keuntungan.

“Ada minat yang sangat kuat terhadap ‘reversal rate’. Konferensi pers Kuroda (saat pertemuan BoJ berakhir) sepertinya kurang lebih akan berbicara tentang hal itu,” kata ahli strategi senior di Daiwa Securities, Yukio Ishizuki. “Ketidakpastian atas maksud BoJ adalah alasan utama yen tidak tergelincir meskipun imbal hasil obligasi AS naik tajam pada sesi sebelumnya.”

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp13.579 per dolar AS, mengalami kenaikan sebesar 8 poin atau 0,05% dari sebelumnya di level Rp13.587 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mata uang Asia bergerak mixed versus greenback, dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,33% dialami won Korea Selatan, sedangkan pelemahan terdalam sebesar 0,26% menghampiri baht Thailand.

Loading...