Rabu Sore, Rupiah Tetap Merah Jelang RDG BI

Rupiah - bisnis.tempo.coRupiah - bisnis.tempo.co

JAKARTA – tidak memiliki tenaga untuk bangkit ke teritori hijau pada perdagangan Rabu (17/7) sore di tengah penantian pasar domestik mengenai hasil RDG BI, meski indeks sedikit bergerak melandai. Menurut paparan Bloomberg Index pada pukul 15.59 WIB, Garuda berakhir melemah 48 poin atau 0,35% ke level Rp13.983 per .

Sementara itu, Indonesia siang tadi mematok kurs tengah berada di posisi Rp13.949 per dolar AS, terdepresiasi 24 poin atau 0,17% dari perdagangan sebelumnya di level Rp13.925 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia juga takluk melawan , dengan pelemahan terdalam sebesar 0,37% menghampiri peso Filipina.

Saat ini, pasar domestik menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) yang berlangsung hari hingga Kamis (18/7) esok. Sebagian ekonom memprediksi bahwa bank sentra akan menurunkan suku bunga BI 7 Day Reverse Repo Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75% dalam rapat kali ini, meski ada juga yang memperkirakan suku bunga tetap.

“Rilis data perdagangan kemarin memegang peranan penting dalam pengambilan keputusan suku bunga acuan. Surplus perdagangan selama dua bulan beruntun membuat tekanan di berjalan (current account) sedikit mereda,” ujar ekonom Citi, Helmi Arman, dilansir CNBC Indonesia. “Surplus neraca perdagangan, meski lebih rendah dari proyeksi, masih sesuai dengan ekspektasi.”

Helmi menambahkan, faktor lainnya yang bisa mendorong Bank Indonesia untuk menurunkan suku bunga acuan adalah derasnya arus modal yang masuk di sektor keuangan dalam negeri. Meski sifatnya hanya dana-dana jangka pendek alias hot money, tetapi bisa menutup ‘lubang’ minimnya pasokan devisa dari ekspor-impor barang dan jasa.

Dari pasar , indeks dolar AS masih mencoba bertahan pada hari Rabu, setelah data penjualan ritel AS yang membaik memicu ekspektasi pelonggaran kebijakan agresif oleh akhir bulan ini. Mata uang Paman Sam terpantau hanya melemah tipis 0,045 poin atau 0,05% ke level 97,350 pada pukul 13.22 WIB.

Selasa (16/7) waktu setempat, penjualan ritel AS pada Juni 2019 dilaporkan naik 0,4% seiring dengan meningkatnya belanja rumah tangga dalam pembelian kendaraan bermotor dan berbagai barang lainnya, termasuk furniture dan bangunan. Angka tersebut lebih tinggi daripada perkiraan dalam survei Reuters untuk peningkatan penjualan ritel sebesar 0,1%.

Loading...