Rabu Sore, Rupiah Merah Tertekan Sentimen Risk-off

Rupiah - tirto.idRupiah - tirto.id

JAKARTA – Setelah bergerak dalam kisaran yang sempit, harus menerima nasib terdampar di zona merah pada Rabu (28/8) sore seiring dengan pelemahan mayoritas karena tertekan sentimen risk-off. Menurut laporan Index pada pukul 15.59 WIB, mata uang Garuda berakhir melemah tipis 4 poin atau 0,03% ke level Rp14.259 per .

Sementara itu, siang tadi Bank Indonesia menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp14.263 per dolar AS, terdepresiasi 28 poin atau 0,20% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.235 per dolar AS. Di saat yang hampir bersamaan, mata uang Asia juga tidak berdaya melawan greenback, dengan pelemahan terdalam sebesar 0,19% dialami won Korea Selatan.

Dari , indeks dolar AS sebenarnya juga cenderung tertekan pada hari Rabu, karena kekhawatiran tentang perang dagang AS-China masih belum memudar, yang akhirnya menyebabkan imbal hasil Treasury AS merosot. Mata uang Paman Sam terpantau melemah 0,058 poin atau 0,06% ke level 98,057 pada pukul 12.47 WIB.

Seperti diberitakan Reuters, greenback mengawali pekan ini dengan goyah, tetapi kemudian pulih karena imbal hasil Treasury AS rebound setelah Presiden AS, Donald Trump, melunakkan nadanya terhadap China dan memperkirakan kedua akan dapat mencapai kesepakatan perdagangan. Tetapi optimisme lantas menurun ketika Kementerian Luar Negeri China menolak saran AS dan berharap Washington dapat menghentikan tindakan yang salah.

“Pasar telah menarik diri dari putaran kekacauan terbaru,” ujar general manager di Gaitame.Com Research Institute, Takuya Kanda, merujuk pada keributan di pasar global pada akhir minggu lalu ketika Washington dan Beijing mengumumkan tarif satu sama lain. “Tetapi, seperti yang ditunjukkan oleh inversi kurva imbal hasil AS, pandangan pasar tetap redup, dan yen akhirnya mengumpulkan lebih banyak pembeli daripada penjual.”

Hampir senada, managing partner di VM Markets Pte, Stephen Innes, menuturkan bahwa masih ada tingkat skeptisisme yang tinggi mengenai ketulusan komentar Trump atau bahkan jika China bersedia memulai kembali negosiasi. Menurutnya, sentimen risk-off tetap ada karena sengketa perdagangan terus menyala.

Loading...