Punya Basis yang Besar, Harga Vape di Bali Semakin Variatif

Vaporizer - www.budandbreakfast.comVaporizer - www.budandbreakfast.com

vaporizer alias vapor di Indonesia memang semakin pesat, terbukti hampir di setiap kota-kota besar kini telah memiliki banyak yang memperjual-belikan -alat vape hingga liquidnya, baik impor maupun buatan . Tak hanya menjadi hobi, vape pun sudah menjadi ladang yang menjamur di berbagai kota seperti Jakarta, Yogyakarta, hingga di Bali.

“Vape itu pertama kali masuk di Indonesia tahun 2013 dan Jogja adalah kota pertama yang pertama kali kemasukan vape. Base pertama kali importir itu ada dua, satu Jogja dan kedua di Padang,” kata Tata Jamil, salah satu vape asal Yogyakarta, seperti dilansir Brilio.

Setelah memasuki Jogja dan Padang, vape kemudian merambah yang ada di kota-kota lain seperti Malang, Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Bali. “Kalau sekarang memang Jakarta menjadi pusat terbesar nomor satu karena dia jelas di sana kotanya besar, mau nggak mau pasti cepat. Tapi sekarang pun untuk aksesnya Jogja tetap nomor tiga, dan nomor dua sekarang Bali. Itu gambaran scene market vape secara keseluruhan di Indonesia sekarang,” tutur Tata.

Di Bali sendiri ada beberapa toko vape yang cukup besar dan cukup populer di kalangan vaper, misalnya saja Jegeg Vape yang berbasis di Denpasar, Karisma Jaya yang juga berbasis di Denpasar, Bali Vape Store, hingga Cstyle Vape Shop yang berlokasi di Kerobokan. Masing-masing toko biasanya menawarkan ciri khas masing-masing dan menjual produk dengan yang bervariasi.

Toko-toko vape di Bali pun memiliki segala peralatan mod yang lengkap. Rata-rata mod tersebut berasal dari luar negeri. Sementara itu e-juice atau liquid yang ditawarkan ada yang dari luar negeri, dan ada pula liquid-liquid lokal yang biasanya mengusung nama-nama unik seperti Jomblo Juice dan sebagainya.

Mod yang ditawarkan pun cukup lengkap. Konsumen bisa memilih sendirian varian electrical mod atau mechanical mod. Untuk varian vape electrical mod harga paling murah untuk merek Eleaf berkisar mulai Rp 300 ribuan, sedangkan yang paling mahal adalah Lost Vape Therion DNA 133 dengan harga lebih dari Rp 1,4 jutaan. Sementara itu varian mechanical mod harganya Rp 350 ribuan – Rp 2,85 juta.

Untuk yang membutuhkan kelengkapan aksesoris seperti atomizer, kapas atau cotton, wire untuk coiling, baterai, silicon case, hingga drip tip juga tak perlu resah. Pasalnya toko-toko vape di Bali tersebut menyediakan parts dan aksesoris yang cukup lengkap.

Loading...