Punya Banyak Penggemar, Bisnis Kue Basah Mampu Datangkan Omzet Puluhan Juta Rupiah

Kue Basah - naranua.blogspot.co.id

memang tak pernah surut. Selain memenuhi pada hari biasa, biasanya kuliner seperti kering atau basah permintaannya akan semakin meningkat pada bulan puasa seperti saat ini. Cara memasarkan basah pun terbilang cukup mudah, para pelaku bisnis bisa berjualan dari mulut ke mulut atau memanfaatkan sebagai sarana untuk .

Sebagai contoh pemilik bisnis kue rumahan Dapur Sasha, Andi Istiyani Tanrasula asal Makassar yang mengaku permintaan kue kering dan kue basah selama bulan Ramadan yang mengalami peningkatan cukup drastis dibanding hari biasa. “Alhamdulillah, bisnis kue di bulan puasa membuat omzet bertambah, karena memang ,” tuturnya.

Senada, pebisnis kue bernama Silvana Rezki juga mengaku telah kebanjiran orderan bahkan sejak sebelum memasuki bulan Ramadan. “Saat ini sudah tidak mau lagi kue yang -model dulu, mereka mau baru dengan rasa berbeda. Makanya, kita terus mengombinasikan rasa agar tercipta cita rasa baru,” ujarnya.

Tak hanya di Makassar, bisnis kue basah di Kota Surabaya juga mampu mendatangkan keuntungan yang cukup menjanjikan. Bisnis kue basah buatan warga di Kampung Kue, Kelurahan Kali Rungkut, Surabaya rupanya telah menjadi sajian hotel, kantor pemerintahan, hingga menjadi kudapan untuk pesawat internasional.

Paguyuban yang beranggotakan 65 warga setempat ini berhasil mendatangkan omzet Rp 20 juta setiap harinya. “Kalau kue basah seringnya untuk pesanan. Alhamdulillah setiap hari ada,” ujar salah seorang pembuat kue bernama Sumiatun, seperti dilansir Tribunnews.

Sejak produk Kampung Kue memiliki izin usaha, merek, dan mengantongi sertifikasi halal, jajanan pasar yang ditawarkan oleh Kampung Kue pun permintaannya semakin meningkat. “Hotel-hotel di Surabaya sudah sering pesan kue basah. Sampai kemarin juga ada pesanan dari salah satu pesawat Surabaya Malaysia. Kue untuk suguhan cemilan selama perjalanan,” ujar warga lain bernama Choirul Mahpuduah.

Ada banyak kue basah yang biasanya ditawarkan, mulai dari lemper, iwel-iwel, wajik tetel, pastel isi jamur ayam, bikang, terang bulan, dan masih banyak lagi. “Kue saya sering dibawa untuk oleh-oleh orang Pemkot yang keluar negeri. Bu Risma (Walikota Surabaya) katanya suka Almond Crispy yang green tea,” tandasnya.

Loading...