Pulihnya Rupiah dan Kedatangan Delegasi Bisnis Asing, Pertanda Ekonomi Indonesia Membaik?

rizal-ramli-maritim

Jakarta – Menguatnya terhadap AS belakangan ini dinilai oleh Koordinator (Menko) bidang Kemaritiman Rizal Ramli sebagai buah dari yang direspon baik oleh banyak pihak, terutama pelaku usaha.

Hingga saat ini, pemerintahan telah merilis 10 paket kebijakan ekonomi guna memperbaiki iklim tanah air. Tak sekedar hitam di atas putih, berbagai langkah konkret juga telah dilakukan untuk memangkas birokrasi berlebihan yang justru menghambat laju .

“Sebagai contoh, tadinya 129 aturan di pelabuhan peraturan menteri, kita potong sepertiganya. Saya mau potong lebih banyak lagi. Contoh ini akan membuat birokrasi kita lebih bersahabat terhadap ,” ujar Menko Kemaritiman Rizal Ramli ketika ditemui di Pullman, Jakarta, kemarin (16/3).

Perkembangan makro ekonomi juga tampak bergeser ke jalur hijau. Pasalnya, surplus neraca perdagangan mulai tampak signifikan hingga menekan angka current account deficit (CAD) dari sebelumnya 3% menjadi 2%. Padahal sebelumnya, neraca perdagangan selalu defisit.

“Itu juga yang menyebabkan kenapa rupiah dan juga karena inflasi rendah. Ini semua momentum positif, persepsi sudah positif, indikator makro membaik. Jadi, ini percepat semua supaya rakyat kita bisa hidup lebih baik,” tegas Rizal.

Di kesempatan yang sama, Ia juga menuturkan bahwa Indonesia kini kembali mendapat kepercayaan Asing dalam hal berinvestasi. Hal ini dibuktikan dengan maraknya kedatangan delegasi bisnis asing dari beberapa ke Indonesia dalam beberapa waktu terakhir.

“Ini kan (buktinya), delegasi ini dipimpin oleh Putri Astrid, delegasi bisnis yang paling besar dari Belgia selama ini. Memang mulai banyak negara-negara yang besar yang kirim delegasi bisnis dengan jumlah yang cukup besar. Ini menunjukkan adanya optimisme baru terhadap Indonesia,” ucap Rizal saat menerima kunjungan delegasi bisnis dari Kerajaan Belgia pada acara Indonesia-Belgia Maritime Summit tersebut.