Proyeksi Fed Funds Rate Mengecewakan, Rupiah Berakhir Hijau

akhirnya mampu menutup di zona hijau setelah proyeksi untuk tahun depan dianggap mengecewakan yang sekaligus membuat AS limbung. Menurut Index pukul 15.59 WIB, mata uang Garuda berhasil menyelesaikan Kamis (14/12) dengan penguatan sebesar 14 poin atau 0,10% ke level Rp13.576 per dolar AS.

Sebelumnya, rupiah ditutup melemah 16 poin atau 0,12% di posisi Rp13.590 per dolar AS pada akhir dagang Rabu (13/12) kemarin. Kemudian, mata uang NKRI mampu berbalik 29 poin atau 0,21% ke level Rp13.561 per dolar AS ketika membuka pagi tadi. Sepanjang transaksi hari ini, spot praktis relatif bergerak nyaman di zona hijau mulai awal hingga tutup dagang.

Dari pasar global, indeks dolar AS bergerak loyo di Asia pada perdagangan Kamis ini, setelah Federal Reserve menaikkan tingkat suku bunga acuan namun tidak mengubah prospek suku bungan untuk tahun depan. Mata uang Paman Sam tersebut terpantau terdepresiasi 0,055 poin atau 0,06% ke posisi 93,374 pada pukul 09.41 WIB setelah sebelumnya berakhir turun 0,71% di level 93,429.

Reuters melaporkan bahwa The Fed memang menaikkan suku bunga acuan mereka sebesar 25 basis poin atau 0,25% ke kisaran 1,25-1,50% pada pertemuan kebijakan yang berakhir Rabu waktu setempat. Meski demikian, Bank Sentral AS tersebut tetap memproyeksikan tiga kenaikan lebih lanjut untuk tahun 2018 dan 2019 mendatang sebelum tingkat jangka panjang sebesar 2,8% tercapai, yang artinya tidak berubah dari proyeksi terakhir di bulan September 2017.

“Beberapa pelaku pasar telah berspekulasi bahwa The Fed dapat menaikkan proyeksi suku bunga untuk tahun depan menjadi empat kali kenaikan suku bunga,” tutur kepala perdagangan Asia Pasifik untuk OANDA di Singapura, Stephen Innes. “Dari perspektif pasar, siapa pun yang bersandar seperti itu pada dasarnya berlari keluar.”

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi menetapkan kurs tengah berada di level Rp13.565 per dolar AS, menguat 24 poin atau 0,17% dari perdagangan sebelumnya di posisi Rp13.589 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia perkasa versus greenback, dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,45% dialami won Korea Selatan, disusul rupee India yang melonjak 0,22%.

Loading...