Proyek Reformasi Pajak AS Berlanjut, Rupiah Ditutup Melemah

rupiah20

sekali lagi harus menutup di zona merah setelah indeks AS bergerak naik seiring dengan rencana reformasi Paman Sam yang semakin menemukan ‘titik terang’. Menurut Index pukul 15.59 WIB, mata uang NKRI menutup akhir pekan (20/10) ini dengan pelemahan sebesar 4 poin atau 0,03% ke level Rp13.519 per dolar AS.

Sebelumnya, rupiah sudah 2 poin atau 0,01% ke posisi Rp13.515 per dolar AS pada penutupan perdagangan Kamis (19/10) kemarin. Kemudian, pagi tadi mata uang Garuda sempat bangkit dengan dibuka menguat 5 poin atau 0,04% ke level Rp13.510 per dolar AS. Namun, langkah positif rupiah gagal dipertahankan sehingga harus terpuruk di akhir transaksi.

Dari , greenback berhasil bangkit dari tekanan, disokong kabar yang menyebutkan bahwa Senat AS menyetujui anggaran untuk tahun 2018, yang juga mempercepat jalan bagi rencana Presiden Donald Trump untuk memberlakukan reformasi pajak. Mata uang Paman Sam pada Jumat pagi terpantau menguat ke level 93,46 setelah sebelumnya berakhir di posisi 93,235.

Reuters memberitakan, pada Kamis waktu setempat, dalam voting untuk memutuskan anggaran tahun fiskal 2018, sebanyak 51% dari anggota Senat menyetujuinya, sedangkan 49% sisanya menolak. Persetujuan akhir untuk rancangan anggaran tersebut akan membuka prosedur khusus yang memungkinkan anggota Partai Republik untuk menyetujui revisi undang-undang perpajakan tanpa dukungan dari Partai Demokrat.

“Ini adalah bagian penting yang tidak mudah, tetapi saya berpikir kita akan sampai di sana (reformasi pajak),” ujar Senator Partai Republik, Lindsey Graham, sebelum pemungutan suara. “Ini adalah tugas yang berat, karena kami berada di posisi paling bawah dan kami harus terus mendaki ke puncak.”

Sebelumnya, indeks dolar AS sempat tertekan setelah data ekonomi Paman Sam paling baru menunjukkan bahwa klaim awal musiman disesuaikan adalah 222.000, turun 22.000 dari tingkat revisi sebelumnya, demikian bunyi laporan Departemen Tenaga Kerja AS. Ini adalah tingkat terendah untuk klaim awal sejak 31 Maret 1973 silam ketika mencapai 222.000.

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi menetapkan kurs tengah berada di level Rp13.517 per dolar AS, naik tipis 4 poin atau 0,03% dari perdagangan sebelumnya di posisi Rp13.521 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia tidak berdaya versus greenback, dengan pelemahan terdalam sebesar 0,53% dialami yen Jepang, disusul dolar Singapura yang terdepresiasi 0,22%.

Loading...