Proyek LNG di Blok Masela Gunakan Kilang Darat, Inpex Pilih Sikap Menunggu

proyek-lng

Inpex Corporation tampaknya perlu membuat perubahan besar untuk gas alam cair () di Lapangan Abadi, Blok Masela. Pasalnya, Presiden Indonesia, Joko Widodo, telah memutuskan bahwa skema pengolahan gas alam di Lapangan Abadi menggunakan kilang darat.

Sebelumnya, asal itu berniat membangun kilang LNG di lepas pantai (FLNG) di Lapangan Abadi, Blok Masela, yang diperkirakan menghabiskan biaya lebih dari 15 miliar AS. Namun, menginginkan fasilitas pencairan dan pemurnian gas dilakukan di darat untuk merangsang tenaga kerja dan permintaan domestik.

Inpex sendiri mengatakan belum menerima pemberitahuan resmi mengenai keputusan terbaru tersebut. Pihak perusahaan juga memilih menunggu sikap resmi dari mengenai proposal wilayah yang sudah disampaikan.

Seperti diketahui, Inpex sudah menggarap proyek kilang gas di Blok Masela sejak tahun 1998 silam. Perusahaan Jepang tersebut memiliki bagian 65%, sementara sisanya dikelola oleh Royal Dutch Shell. Pada tahun 2010 lalu, pemerintah Indonesia menyetujui proposal Inpex mengenai fasilitas terapung dengan produksi tahunan sebesar 2,5 juta ton. Empat tahun kemudian, Inpex mengajukan proposal revisi produksi yang tiga kali lipat menjadi 7,5 juta ton.

Inpex sendiri, bersama Royal Dutch Shell, akan mengelola Blok Masela hingga 2028 mendatang. Perusahaan Jepang tersebut berencana mulai memproduksi LNG sebelum tahun 2020.

Loading...