Prospek Peringkat Utang Naik, Rupiah Melaju 15 Poin di Permulaan

Jakarta membuka pagi , Kamis (9/2) dengan penguatan sebesar 0,11 persen atau 15 poin ke Rp 13.312 per . Kemudian rupiah lanjut menguat 0,14 persen atau 18 poin ke posisi Rp 13.309 per dolar .

Kemarin, Rabu (8/2) rupiah berakhir terapresiasi 2 poin atau 0,02 persen ke Rp 13.327 per usai diperdagangkan di rentang angka Rp 13.315 hingga Rp 13.355 per . Menurut Samuel Sekuritas, rupiah berpotensi untuk menguat dalam perdagangan hari ini setelah Moody’s merevisi outlook Indonesia menjadi positif.

Indeks dolar AS sendiri posisinya masih stabil meskipun euro dan yen terus menguat terhadap dolar AS. Sedangkan yang sempat anjlok karena persediaan mentah AS saat ini mulai merangkak naik.

Tetapi hal tersebut tak mampu mencegah yield obligasi global untuk terus mengalami penurunan. Hal ini menunjukkan bahwa minat terhadap obligasi masih cukup tinggi meskipun ekspektasi kenaikan FFR target masih terasa begitu kuat.

Fokus pasar saat ini beralih pada data perdagangan Tiongkok besok pagi dan pidato wakil ketua The Fed pada esok lusa. Walaupun pelemahan euro akibat kondisi politik di Uni Eropa sedang tak menentu juga turut berdampak pada di Asia, pergerakan rupiah masih cenderung stabil karena fundamental dalam negeri cenderung positif.

“Ruang penguatan rupiah terbuka setelah Moody’s merevisi naik prospek peringkat utang Indonesia, ini meningkatkan peluang adanya kenaikan peringkat di masa depan,” ujar Ekonom Samuel Sekuritas, Rangga Cipta.

Sebelumnya cadangan devisa Indonesia dilaporkan mengalami kenaikan USD 500 juta atau menjadi USD 116,9 miliar pada bulan Januari 2017 lalu. “Ditambah lagi, ada pernyataan BI bahwa data arus uang yang akan dirilis Jumat akan defisit. Ini positif buat rupiah,” ungkap Analis Bank Permata, Josua Pardede.

Loading...