Prospek Harga Bitcoin 2018 Diperkirakan Sentuh Angka USD 60.000

bitcoin

Menjelang akhir tahun 2017 ini, banyak analis dan pakar yang mulai membuat prediksi seperti apa prospek mata uang digital yang menjadi topik hangat belakangan ini. Oleh sebab itu bukan hal yang aneh lagi jika banyak orang mulai mengira-mengira seperti apa kira-kira proyeksi keuntungan yang didapat dari kepemilikan Bitcoin pada tahun 2018 mendatang. Pasalnya ini menyangkut tentang harga Bitcoin yang mencapai ratusan ribu .

Seperti diketahui, gerak Bitcoin selama ini memang cukup fluktuatif namun memiliki kecenderungan untuk menguat. Sebagai contoh, pada perdagangan hari ini saja, Minggu (24/12) nilai Bitcoin kembali turun 5,82% ke level USD 13.701,86 atau sekitar Rp 185,7 jutaan dalam rupiah setelah dibuka pada posisi USD 14.548,71.

Terlepas dari volatilitasnya, Bitcoin telah membuktikan dirinya sebagai mata uang kripto yang paling tangguh di antara lainnya dan telah melalui berbagai rintangan termasuk hardfork yang terjadi beberapa kali sepanjang tahun 2017 ini. Mata uang virtual tersebut telah mencetak rekor harga terbaru USd 19.796 per koin pada (17/12) lalu sebelum jatuh ke level USD 13.000 per koin.

Para ahli memprediksi bahwa satu tahun dari sekarang harga bitcoin bisa tumbuh lebih dari 3 kali lipat nilainya. “Bitcoin bisa mencapai USD 60.000 pada (Desember) 2018,” kata Mike Dumont, editor senior Bitcoin.com, seperti dilansir Futurism.

Senada, COO Medicalchain, Mohammed Tayeb juga memiliki prediksi yang serupa. “Bitcoin bisa mencapai $ 50.000 pada tahun depan, jika tidak lebih. Saya pikir kita semua tidak terlalu terkejut dengan berita utama yang keluar hampir sebulan sekali tentang terobosan yang dilakukan Bitcoin, dan seharusnya tidak mengherankan bila harganya mencapai $ 50.000,” ujarnya.

Di sisi lain, masih banyak pula yang menganggap bahwa bitcoin merupakan mata uang ‘bubble’ yang bisa meletus kapan saja. “Pemahaman saya adalah posisi (Bitcoin) dalam satu tahun akan bergantung di satu sisi pada evolusi peraturan dan penerimaan oleh global, dan sisi lain mengenai meningkatnya permintaan dan penerimaan Bitcoin seiring dengan permintaannya yang mulai tumbuh mainstream,” ujar Armindo Araújo, kepala keuangan, perencanaan dan pengendalian di NATIXIS.

Prospek harga bitcoin yang diperkirakan bisa mencapai level USD 60.000 pada 2018 mendatang tak lain disebabkan karena kemungkinan masuknya institusi dan industri keuangan tradisional lewat kontrak berjangka Bitcoin. Pasalnya, baik institusi dan retail menunjukkan minat pada kontrak berjangka Bitcoin melalui Chicago Board Options Exchange.

Bitcoin – www.newsbtc.com

Sementara itu, James Altucher, seorang investor teknologi, fund manager, dan venture capitalist telah menulis 10 prediksinya terkait bitcoin. Menurut Altucher, 98% mata uang digital yang ada saat ini termasuk dalam kategori penipuan. Akan tetapi bitcoin dan sejumlah mata uang digital lainnya memiliki kasus yang berbeda.

Menurut Altucher, bitcoin dan beberapa mata uang digital lain suatu saat bisa menggantikan posisi uang kertas sebagai alat tukar. Misalnya seperti yang menggantikan barter sebagai alat transaksi dan uang kertas yang menggantikan emas. Dilansir dari CNBC, berikut 10 prediksi bitcoin tahun 2018 dari Altucher:

  1. Akan ada satu negara yang mata uangnya mati, kemungkinan Argentina atau Venezuela. Hal ini dapat memicu meningkatkan kepemilikan bitcoin. Saat itu terjadi, maka nilai bitcoin bisa meroket hingga lebih dari USD 50 ribu.
  2. Bank mainstream akan menerima bitcoin, dan mulai menawarkan penyimpanan bitcoin. Bank-bank tersebut juga akan membuat turunan mata uang digital.
  3. 95% dari mata uang digital selain bitcoin akan menghilang. Sedangkan mata uang digital yang masih bertahan kemungkinan nilai tukarnya akan meningkat drastis. Hal ini kemungkinan terjadi dalam 4-6 bulan ke depan.
  4. Pemerintah AS diam-diam akan mulai mengakumulasi salah satu mata uang digital untuk mempermudah transaksi di area abu-abu dengan negara lain. Hal ini sebenarnya sudah mulai terjadi, namun baru akan meningkat tahun 2018.
  5. China akan berinvestasi besar-besaran dalam mata uang digital, meski kemungkinan besar bukan bitcoin. Pemerintah China ingin mempunyai sebuah mata uang digital yang kompetitif dengan bitcoin. Syaratnya mata uang digital tersebut harus bisa mereka kontrol.
  6. Masalah utama pada mata uang digital adalah volatilitas, dan hal ini diprediksi akan menurun drastis pada 2018 mendatang.
  7. Semakin banyak perusahaan yang akan membayar para freelancer-nya dengan menggunakan mata uang digital. Hal ini diprediksi memicu terjadinya reformasi pajak.
  8. Mata uang digital akan mengubah monopoli mata uang oleh pemerintahan suatu negara.
  9. Akan ada lembaga pemerintahan baru yang dibuat untuk menganalisis regulasi mata uang digital.
  10. Ribuan perusahaan mata uang digital akan lahir dan melantai di bursa, namun hanya beberapa yang bisa sukses.

Di Indonesia sendiri, prospek Bitcoin tahun 2018 tampaknya akan sedikit terhambat. Pasalnya (BI) dikabarkan akan melarang transaksi pembayaran menggunakan bitcoin mulai tahun depan. Larangan bitcoin ini akan diatur dalam peraturan (PBI) yang kemungkinan dirilis dalam waktu dekat.

Onny Widjanarko, Kepala Pusat Program Transformasi BI menuturkan, dalam PBI uang elektronik yang keluar dalam waktu dekat akan mengatur salah satunya terkait bitcoin. “Saat ini belum ada aturan yang jelas jika melakukan transaksi bitcoin,” beber Onny.

Seperti diketahui, hingga kini Bank Indonesia masih belum mengatur transaksi bitcoin secara spesifik. Sebab BI masih melakukan pengkajian secara mendalam mengenai bitcoin, apakah akan diatur dalam PBI uang elektronik atau terpisah dan dimasukkan dalam PBI cryptocurrency.

Loading...