Prospek Cerah, Garuda Tawarkan Tarif Angkutan Cargo Terjangkau

Jakarta – Tahun 2017 ini banyak pelaku yang memprediksi jika prospek angkutan kargo udara masih cukup cerah. Bergairahnya dan dibukanya langsung (direct flight) dari ke dianggap jadi faktor utama yang dapat meningkatkan pertumbuhan kargo.

Menurut Ketua Penerbangan Cargo Indonesia National Carriers Association (INACA), Boyke P Soebroto, kedua faktor itu akan menopang jumlah volume angkutan kargo di 2017. “Saya optimis tahun depan bisa tumbuh. Trafik kargo di Soekarno-Hatta bisa tumbuh sekitar 10% dari saat ini hanya mencapai 800.000 ton per tahun,” ujar Boyke.

Meski telah dibuka rute internasional, angkutan kargo di Tanah Air selama ini mayoritas didominasi rute-rute , yaitu sekitar 90%. Sektor yang menggerakkan kargo tentu saja berasal dari bisnis e-commerce yang membutuhkan kecepatan. Sementara itu angkutan barang lainnya masih memilih kapal dan kereta api.

Maskapai nasional, Garuda Indonesia juga yakin jika bisnis kargo milik Garuda juga akan mengalami pertumbuhan yang baik. Garuda memiliki target pendapatan dari bisnis cargo mencapai 300 juta tahun 2017. Menurut Cargo Garuda Indonesia, Sigit Muhartono, 60% kargo yang diangkut Garuda berasal dari domestik, sedangkan 40% sisanya dari kargo internasional. “Kargonya banyak datang dari Eropa, Australia, dan Cina,” tutur Sigit.

Pihak perseroan akan lebih fokus menyasar kargo domestik lantaran pangsa pasarnya masih luas. Sebagai informasi, berikut ini tarif cargo Garuda dari Jakarta ke sejumlah kota yang ada di Indonesia.

TujuanTarif (Rp)
Balikpapan65.800
Banda Aceh63.000
Banjarmasin46.200
Batam37.100
Denpasar19.600
Jambi24.500
Malang19.600
Makassar60.900
Manado98.000
Mataram37.100
Medan42.700
Padang29.400
Palembang19.600
Pangkal Pinang19.600
Pekanbaru38.500
Pontianak45.500
Palangkaraya38.500
Semarang13.300
Solo13.300
Surabaya15.400
Bandar Lampung14.000
Yogyakarta13.300
Loading...