Produksi Bakal Meningkat, Harga Kopi Tahun 2018 Malah Diprediksi Turun

Kopi - www.liputan1.comKopi - www.liputan1.com

JAKARTA – Pada tahun 2018 mendatang, kopi di dalam negeri diperkirakan akan meningkat seiring dengan pengaruh yang lebih baik. Namun, harga kopi di tahun depan justru diprediksi bakal melandai, baik di maupun di pasar , karena kopi atau -negara kompetitor semakin membaik.

“Pada tahun 2017 ini, produksi kopi hanya sekitar 10 juta karung hingga 10,5 juta karung atau sekitar 600 ribu ton sampai 630 ribu ton,” kata Ketua Departemen Specialty & BPP Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI), Moelyono Soesilo, seperti dikutip Kontan. “Pada tahun depan, produksi kopi bisa mencapai 11 juta karung atau setara dengan 660 ribu ton.”

Moelyono menambahkan bahwa meningkatnya produksi kopi salah satunya karena pengaruh cuaca yang diperkirakan lebih baik pada tahun depan. Sementara, di tahun ini, produksi kopi masih mengalami gangguan akibat badai El Nino yang terjadi tahun 2015 lalu. “Meski produksi sudah meningkat, namun belum bisa panen raya,” sambung Moelyono.

Sayangnya, jika produksi kopi diperkirakan meningkat, tidak demikian dengan harga komoditas tersebut. Pada tahun depan, harga kopi diyakini akan menurun lantaran tertekan membaiknya produksi kopi di negara-negara penghasil kopi lainnya. Brazil dan Vietnam misalnya, ada recovery kopi jenis robusta. Selain itu, kopi jenis arabica semuanya juga mengalami perbaikan produksi, seperti di Kolombia.

Saat ini, harga kopi di pasar internasional sekitar 1.750 dolar AS per ton, menurun dibandingkan bulan September lalu yang masih sekitar 2.100 dolar AS per ton. Di Indonesia sendiri, harga kopi terpantau stagnan dalam dua hingga tiga bulan terakhir, di kisaran Rp24.000 hingga Rp25.000 per kg di tingkat petani untuk jenis robusta dan Rp50.000 hingga Rp55.000 per kg untuk jenis arabica.

“Harga kopi di dalam negeri cenderung stagnan diakibatkan permintaan kopi dari domestik yang meningkat, sedangkan permintaan ekspor justru menurun,” jelas Moelyono. “Produksi kopi di Indonesia pun masih menurun dibandingkan produksi rata-rata akibat dampak dari badai El Nino yang terjadi pada tahun 2015 lalu.”

Loading...