Probabilitas Kenaikan Suku Bunga AS Makin Tinggi, Rupiah Anjlok 23 Poin di Pembukaan

Jakarta – Kurs dibuka 23 poin atau 0,17 persen ke level Rp 13.373 per di awal pagi hari ini, Kamis (9/3). Sebelumnya, Garuda berakhir stagnan pada posisi Rp 13.350 per dolar AS usai bergerak di rentang angka Rp 13.328 hingga Rp 13.357 per dolar AS.

Menurut Muhammad Nafan Aji Gusta Utama, Analis Binaartha Sekuritas, gerak rupiah banyak dipengaruhi oleh sentimen terkait kemungkinan kenaikan acuan Amerika Serikat menjelang pertemuan (The Fed) pada tanggal 16 Maret 2017 mendatang.

“Faktor ini juga turut memberikan efek hawkish terhadap dolar AS sehingga rupiah sebelumnya sempat melemah, namun akhirnya bergerak dengan kecenderungan flat,” papar Nafan.

Meski pergerakannya cenderung stabil selama 3 hari berturut-turut berkat sokongan data cadangan devisa akhir Februari yang mengalami kenaikan menjadi USD 119,9 miliar, rupiah tetap kesulitan untuk bergerak naik karena dolar AS saat ini juga sedang dalam tren positif menjelang meeting.

“Pidato Gubernur The Fed Janet Yellen pekan lalu mendongkrak ekspektasi kenaikan suku bunga bulan ini,” papar Analis SoeGee Futures, Nizar Hilmy. Berdasar survei terbaru, probabilitas kenaikan suku bunga The Fed alias FFR target bulan ini sudah mencapai sekitar 86 persen.

Sementara itu Analis Uang Bank Mandiri, Rully Arya Wisnubroto memprediksi jika saat ini para pelaku tengah menunggu data tenaga kerja AS bulan Februari yang akan dirilis pada akhir pekan ini. Data serapan tenaga kerja Amerika tersebut nantinya juga menjadi penentu arah suku bunga AS.

Loading...