Premium Bakal Turun, Rupiah Ditutup Menguat Tajam 100 Poin

Kabar yang menyatakan bahwa Pertamina siap menurunkan harga BBM jenis premium pada April mendatang membuat tajam sepanjang akhir pekan ini (4/3). Menurut laporan Bloomberg Index pukul 15.59 WIB, rupiah menyentuh level Rp13.132 per dolar AS, menguat 100 poin atau 0,76 persen dibanding penutupan sebelumnya di Rp13.232 per dolar AS.

Pertamina dikabarkan menyatakan siap menurunkan harga premium ke bawah Rp5.000 per liter pada April mendatang kepada anggota dewan dalam rapat tertutup dengan Komisi VIII . “Efek negatif dari kenaikan laju inflasi pada Februari sepertinya mulai tertutupi oleh ekspektasi inflasi turun menyusul rencana Pertamina memangkas harga premium pada April mendatang,” jelas Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta.

Kabar tersebut memperkuat ekspektasi inflasi rendah sepanjang di tengah harapan pemangkasan yang lebih rendah. Aliran masuk modal asing ke Bursa Efek Indonesia telah mencapai Rp3,48 triliun pada 2016, sedangkan yield SUN bertenor 10 tahun hari ini kembali merosot ke bawah 8 persen, turun 3 bps ke 7,981 persen.

Di samping itu, laju mata uang Garuda juga terdongkrak sentimen positif dari pergerakan harga mentah di pasar global. jenis Brent meneruskan reli empat hari dengan menguat 0,51 persen ke 37,26 dolar AS per barel pada pukul 10.03 WIB.

Sementara Gubernur , Agus Martowardojo, menyatakan bahwa penguatan rupiah dalam beberapa hari belakangan ini juga berbarengan dengan penguatan mata uang negara-negara lain di kawasan ASEAN. “Cina mengurangi reserve requirement (giro wajib minimum) sehingga berdampak ke beberapa negara, termasuk penguatan mata uang,” papar Agus.

Loading...