Praktis & Mudah, Nasabah Dapat Cetak Rekening Koran Melalui Layanan KlikBCA Individu

Rekening Koran BCA - (Sumber: makeuseof.com)Rekening Koran BCA - (Sumber: makeuseof.com)

Bagi nasabah (Bank Central Asia), mengetahui mutasi rekening dapat diketahui melalui e-Statement yang dapat Anda akses melalui KlikBCA Individu. Layanan tersebut ditujukan bagi pemilik rekening Tahapan, Tahapan Gold, Tahapan Xpresi, Tahapan Berjangka, Tapres, Dollar, dan Giro Perorangan.

Tanpa harus datang ke kantor BCA, Anda dapat mengetahui mutasi rekening dan juga mencetak mutasi tersebut dalam bentuk rekening koran. Caranya dengan login ke KlikBCA.com, dan memilih menu e-Statement, kemudian memilih menu-menu yang dibutuhkan. Pada saat ada pilihan ‘Mutasi Rekening’, kemudian pilih lamanya bulan yang akan dicetak (misalnya rekening koran selama 2 bulan), lalu ‘Download Mutasi’.

Cara lain yaitu dengan login ke KlikBCA, pilih e-Statement. Kemudian, pilih dan giro, kemudian pilih periode, misal September 2017, kemudian klik ‘Download’. Dengan cara seperti itu, Anda tidak perlu datang ke bank untuk mencetak rekening koran. Kegiatan tersebut dapat dilakukan di rumah atau di kantor.

Tetapi, apabila Anda merasa kesulitan atau bingung menggunakan e-banking, maka Anda dapat mendatangi kantor cabang BCA terdekat. Untuk mencetak rekening koran di kantor BCA, Anda dikenakan biaya Rp 2.500 per lembar.

Kemudahan teknologi memang akan memudahkan hidup manusia. Tetapi, dengan semakin canggihnya teknologi ternyata memiliki dampak negatif, termasuk untuk dunia . Seperti di atas, yaitu mencetak rekening koran dapat dilakukan di rumah, kantor, atau di tempat selain kantor BCA. Sehingga, nasabah tidak perlu lagi mendatangi kantor untuk menyelesaikan urusan.

yang dapat dilakukan dengan bantuan teknologi tersebut membawa kekhawatiran terhadap sejumlah pegawai di bidang perbankan. Pegawai bank masuk salah satu daftar jenis pekerjaan yang terancam tergusur oleh era digital. Di Eropa misalnya, semakin masifnya layanan perbankan online, menyebabkan ditutupnya 9.100 kantor cabang. Perbankan di negara tersebut juga memangkas sekitar 50 ribu pekerja.

Mantan Menteri Keuangan Chatib Basri mengatakan era digital memang tidak bisa dihindari oleh sektor perbankan. Para nasabah yang menuntut efisiensi dan kecepatan, peran kantor cabang dan pegawai menjadi berkurang.

“Coba tanya masih banyak enggak yang datang ke bank? Paling kalau ada masalah, sisanya bisa dilakukan dengan mobile atau internet. Ini fenomena yang terjadi bersamaan. Yang saya khawatir, kepedulian dari segi regulasi belum ada,” kata Chatib.

Menurut Chatib, harus memikirkan bagaimana solusi dampak dari era digital tersebut. Hal yang sudah nyata terjadi adalah para pegawai kantor pos. Setelah adanya email, kini orang sudah tidak banyak yang mengirimkan pesan lewat pos dan secara berdampak kepada para pegawainya.

“Kalau orang pos tadinya ngurusin begitu, lalu tidak ada yang kirim surat, dia kan mesti pindah kerja. Dia harus dilatih pekerjaan lain. Berarti harus ada pelatihan,” ujarnya.

Loading...