Pidato Yellen Minim Respon, Rupiah Melenggang di Zona Hijau

Minimnya respon terhadap pidato Janet membuat AS tidak berdaya di Asia, sekaligus ‘memuluskan’ jalan untuk melaju nyaman di zona hijau. Menurut Index pukul 15.59 WIB, mata uang Garuda berhasil menutup Rabu (22/11) ini dengan penguatan sebesar 6 poin atau 0,04% ke level Rp13.523 per dolar AS.

Sebelumnya, rupiah mengakhiri Selasa (21/11) kemarin di posisi Rp13.529 per dolar AS, tidak bergerak dari level sebelumnya. Kemudian, pagi tadi, mata uang NKRI mampu membuka transaksi dengan penguatan sebesar 11 poin atau 0,08% ke level Rp13.518 per dolar AS. Sepanjang sesi dagang hari ini, spot bergulir di kisaran Rp13.506 hingga Rp13.528 per dolar AS.

Dari pasar , indeks dolar AS masih tetap bergerak di zona merah ketika kinerja mata uang euro dan yen Jepang sedang dalam kondisi ‘on fire’. Mata uang Paman Sam tersebut melemah tipis 0,015 poin atau 0,02% ke level 93,937 pada pukul 10.43 WIB, setelah sebelumnya berakhir turun 0,14% di posisi 93,952 pada tutup dagang Selasa.

Pasar mata uang cenderung menunjukkan respon yang minim terhadap pernyataan Gubernur , Janet Yellen, yang mengatakan bahwa bank sentral AS telah cukup dekat dengan target dan harus terus menaikkan suku bunga secara bertahap. Kurva imbal hasil AS pun bergerak flat ke kisaran level terendah saat investor mencermati ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve.

“Pergerakan dolar AS seharusnya terangkat di tengah kembalinya minat terhadap aset berisiko. Namun, penyesuaian pelaku pasar sebelum libur Thanksgiving menyebabkan pembelian yen,” papar pakar strategi mata uang senior di Daiwa Securities, Yukio Ishizuki. “Kembali berlangsungnya pergerakan flat kurva imbal hasil obligasi juga menjadi sentimen negatif bagi greenback.”

Sementara itu, siang tadi Bank Indonesia menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp13.523 per dolar AS, menguat 21 poin atau 0,15% dari perdagangan sebelumnya di level Rp13.544 per dolar AS. Pada saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia perkasa versus greenback, dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,52% dialami dolar Taiwan, disusul won Korea Selatan yang melonjak 0,47%.

Loading...