Pidato Yellen Angkat Dolar, Rupiah Anjlok 57 Poin di Akhir Pekan

Pidato Gubernur The Fed, Janet Yellen, yang mengatakan bahwa ekonomi AS tumbuh sesuai target membuat pergerakan dolar AS kembali bergairah terhadap sejumlah mata uang dunia, termasuk rupiah. Menurut laporan Bloomberg Index pukul 15.59 WIB, mata uang Garuda pun harus menutup sesi dagang akhir pekan (13/1) ini dengan pelemahan sebesar 57 poin atau 0,43% ke level Rp13.338 per dolar AS.

Rupiah sudah melemah sejak awal dagang dengan turun 24 poin atau 0,18% ke level Rp13.305 per dolar AS. Istirahat siang, mata uang Garuda kembali 28 poin atau 0,21% ke posisi Rp13.309 per dolar AS. Menjelang penutupan atau pukul 15.48 WIB, spot makin terbenam di zona merah setelah anjlok 49 poin atau 0,37% ke level Rp13.330 per dolar AS.

Gubernur Janet Yellen dalam pidatonya Kamis (12/1) kemarin mengatakan bahwa ekonomi AS telah berjalan dengan baik. Hal itu langsung mendapat respons positif dari dolar AS dengan dibuka menguat sebesar 0,150 poin atau 0,15% di level 101,500. Pergerakan the greenback kembali naik 0,080 poin atau 0,08% ke posisi 101,430 pada pukul 13.36 WIB.

“Ini benar-benar jeda yang ditunggu semua pihak,” ujar Kepala Global Strategi Pendapatan Tetap di JPMorgan Private Bank yang berbasis di , Philip Guarco. “Dengan adanya prospek yang cerah tersebut, kemungkinan kenaikan suku bunga Federal Reserve secara bertahap kembali datang.”

Sementara itu, Global Head of Group-of-10 Currency Strategy Citigroup, Steven Englander, menambahkan bahwa terdapat prediksi sekitar 40% untuk kenaikan pada bulan Mei 2017 mendatang. “Harapan penguatan dolar AS dan suku bunga yang hawkish terus berlanjut mengingat ekonomi Paman Sam yang bersiap tumbuh lebih cepat dari potensinya,” katanya.

Dari dalam negeri, siang tadi Bank Indonesia mematok kurs tengah pada hari ini berada di posisi Rp13.308 per dolar. Mata uang turun 20 poin atau 0,15% dari level Rp13.288 pada perdagangan sebelumnya. Di saat yang sama, pergerakan mayoritas mata uang Asia melemah terhadap dolar AS, dengan pelemahan terdalam dialami rupiah sebesar 0,33%, disusul dan Jepang yang masing-masing turun 0,29%, serta baht Thailand yang melorot 0,25%.

Loading...