Persaingan Harga Makin Ketat, Upah Driver Go-Jek Makin Minim

presentasi-gojek-canberra

Jakarta – Sebuah layanan pengiriman berbasis di Indonesia telah menyelamatkan banyak pekerja kantoran dari kemacetan Ibu Kota dan menyelamatkan mereka dari sesaknya restoran yang ada di sejumlah kawasan Jakarta.

Karen seorang pekerja berusia 27 tahun di Jakarta Pusat telah memesan sandwich dari sebuah toko di pusat perbelanjaan yang tak jauh dari lokasinya lewat aplikasi . Karen membayar Rp 60.000 untuk sandwich dan Rp 5.000 untuk biaya pengiriman.

“Saya menghargai layanan ini ketika saya sibuk,” ujarnya.

Seperti halnya Karen, banyak pekerja lain yang menggunakan aplikasi Go-Jek terutama pada jam-jam makan siang untuk mengantarkan yang hendak mereka santap.

Go-Jek sendiri menjadi salah satu ojek online yang memulai pengiriman makanan sejak bulan April lalu. Para cukup memesan makanan yang diinginkan lewat -nya. Kemudian seorang pengemudi Go-Jek yang akan membuat pembelian dan mengirim makanan ke atau rumah pelanggan.

Ada sekitar 37.000 restoran, terutama di Jabodetabek pada menu aplikasi Go-Jek tersebut. Pelanggan pun dapat memesan makanan dari restoran yang menerima pesanan take-out namun tidak terdaftar dalam aplikasi Go-Jek.

Walau pihak Go-Jek enggan mengungkapkan jumlah pesanan yang berhasil mereka layani lewat aplikasi, menjelaskan jika pesanan secara stabil meningkat.

Sebenarnya permintaan bukanlah kekhawatiran utama dari Go-Jek. Sang penyedia layanan sebenarnya mengkhawatirkan persaingan harga dari begitu banyaknya pengemudi sepeda motor dan taksi, yakni sekitar 200.000 di Indonesia. Beberapa driver mengeluh karena mereka hanya membawa pulang upah kurang dari setengah yang mereka dapat dari setahun lalu.

Loading...