Pernyataan Trump Bikin Dolar Limbung, Rupiah Malah Berakhir Negatif

kembali gagal memanfaatkan pelemahan yang dialami AS, imbas pernyataan Donald Trump mengenai pengakuan Yerusalem sebagai ibukota Israel, untuk bergerak ke zona hijau. Menurut Index pukul 15.59 WIB, mata uang Garuda harus menutup Kamis (7/12) ini dengan pelemahan sebesar 8 poin atau 0,06% ke level Rp13.554 per dolar AS.

Sebelumnya, rupiah sudah berakhir 27 poin atau 0,20% di posisi Rp13.546 per dolar AS pada penutupan perdagangan Rabu (6/12) kemarin. Tren negatif mata uang Garuda berlanjut pagi tadi dengan dibuka super tipis 1 poin atau 0,01% ke level Rp13.547 per dolar AS. Sepanjang transaksi hari ini, spot bergulir di kisaran Rp13.541 hingga Rp13.557 per dolar AS.

Dari , indeks dolar AS sebenarnya tergelincir, terutama terhadap yen, menyusul pernyataan Presiden Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel. Langkah Trump tersebut dinilai membahayakan upaya perdamaian di Timur Tengah, sekaligus mengecewakan banyak pihak, termasuk sekutu Washington. Mata uang Paman Sam terpantau melemah 0,081 poin atau 0,09% ke level 93,529 pada pukul 11.06 WIB.

Dalam sebuah pidato di Gedung Putih pada Rabu waktu setempat, Trump mengutarakan bahwa inilah saatnya untuk secara resmi mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel dan AS akan memulai pemindahan kedutaan mereka ke kota tersebut. Langkah Trump ini serta-merta ditentang para politisi di Timur Tengah dan Eropa, karena dikhawatirkan dapat memicu kekerasan baru sekaligus mengubur harapan penyelesaian konflik antara Israel dan Palestina.

Meski sempat membuat dolar AS limbung, namun tekanan yang dialami greenback masih relatif terbatas karena optimisme terhadap perkembangan RUU AS oleh para pembuat kebijakan. “Dampak aksi menjauhi aset berisiko yang melemahkan dolar AS akibat situasi di Timur Tengah tampaknya terbatas,” kata ahli strategi mata uang senior di Daiwa Securities di Tokyo, Yukio Ishizuki.

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi menetapkan kurs tengah berada di level Rp13.552 per dolar AS, anjlok 28 poin atau 0,20% dari perdagangan sebelumnya di posisi Rp13.524 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mata uang Asia bergerak variatif terhadap greenback, dengan penguatan tertinggi sebesar 0,15% dialami won Korea Selatan dan pelemahan terdalam sebesar 0,15% menghampiri ringgit Malaysia.

Loading...