Permintaan Meningkat, Keuangan Syariah Indonesia Justru Berkembang Saat Pandemi

Ilustrasi: bank syariah (sumber: qerja.com)Ilustrasi: bank syariah (sumber: qerja.com)

JAKARTA – Ketika sektor perbankan secara umum tertekan pandemi yang belum diketahui kapan akan berakhir, keuangan di Indonesia justru berkembang pesat. Dengan master plan tahun 2019 untuk menciptakan yang sesuai hukum Islam, bank dan aplikasi memanfaatkan permintaan yang meningkat di negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia.

Seperti dilaporkan Nikkei, bank-bank syariah mencatat penurunan hanya 3% dalam laba bersih menjadi Rp1,84 triliun (125 juta AS) pada paruh Januari-Juni 2020, menurut Otoritas Jasa Keuangan atau . Sebaliknya, bank lain justru mengalami penurunan sebesar 21%. “Anda cenderung tidak menghadapi bahaya moral dalam keuangan Islam. Di bawah pengaturan ini, peminjam cenderung lebih termotivasi untuk membayar kembali, bahkan selama krisis ekonomi,” kata seorang bankir Jepang.

Tren ini diuntungkan oleh master plan untuk menciptakan ekonomi yang sesuai dengan hukum Islam yang sempat diumumkan oleh Presiden Indonesia, Joko Widodo, pada tahun 2019 kemarin. Perbedaan termasuk larangan bunga menurut hukum Islam. Sebaliknya, bank syariah mungkin memperoleh pendapatan dalam bentuk pembayaran dividen dari .

Pemberi Indonesia sangat bersemangat untuk mengatasi tantangan pandemi. Bank Central Asia (BCA) berencana untuk menggabungkan unit syariah dan operasi lokal Rabobank asal Belanda pada awal tahun depan. Sementara, Bank Mandiri dan dua bank milik negara lainnya juga akan menggabungkan operasi syariah mereka, demikian menurut keterangan Kementerian BUMN pada Juli kemarin.

Bank Danamon, unit dari Mitsubishi UFJ Financial Group Jepang, telah menandatangani kontrak dengan jaringan operator rumah sakit pada bulan Agustus untuk menyediakan bundel dan asuransi halal, serupa pertama yang ditawarkan di Indonesia. Perusahaan juga menginginkan sepotong kue, dengan LinkAja meluncurkan penawaran sesuai syariah pada bulan April, sedangkan Souqa Fintech dari Malaysia berniat meluncurkan sistem pembayaran elektronik mereka di Indonesia.

Jumlah perusahaan teknologi keuangan yang disetujui OJK naik sekitar dua kali lipat menjadi 11 sejak 2019. Banyak dari mereka melayani klien yang lebih kecil dan wirausahawan muda yang berjuang untuk mendapatkan pembiayaan tradisional di tengah pandemi. Indonesia sendiri adalah negara Muslim terbesar di dunia, dengan 90% dari 270 juta penduduknya menganut Islam. Permintaan produk halal, baik yang keluar maupun masuk industri keuangan, diperkirakan akan terus meningkat.

Loading...