Peringkat Utang Indonesia Naik, Rupiah Ditutup Positif

Peningkatan rating utang yang diberikan kepada Indonesia ternyata menjadi bekal yang ampuh bagi untuk bergerak mulus di zona hijau sepanjang Kamis (21/12) ini. Menurut Bloomberg Index pukul 15.58 WIB, mata NKRI mampu menyelesaikan transaksi hari ini dengan penguatan sebesar 24 poin atau 0,18% ke level Rp13.555 per dolar AS.

Sebelumnya, rupiah harus ditutup melemah tipis 3 poin atau 0,02% di posisi Rp13.579 per dolar AS pada tutup dagang Rabu (20/12) kemarin ketika mata uang Asia bergerak mixed. Kemudian, mata uang Garuda rebound 32 poin atau 0,24% ke level Rp13.547 per dolar AS saat membuka pagi tadi. Sepanjang transaksi hari ini, spot mampu bertahan di zona positif dari awal hingga akhir dagang.

Kemarin, Fitch Rating mendongkrak peringkat Long Term Foreign dan Local Currency Issuer Default Rating Indonesia menjadi BBB dari sebelumnya BBB- dengan outlook stabil. Kenaikan peringkat utang tersebut disokong ketahanan Indonesia terhadap guncangan eksternal atau faktor beberapa tahun terakhir, selain kebijakan makroekonomi secara konsisten untuk menjaga stabilitas.

“Indonesia mampu disiplin dalam menjaga kebijakan moneter mereka sehingga membatasi dampak dari aliran dana investor asing yang keluar dari Indonesia,” tulis Fitch di dalam situs resminya. “Selain itu, ditambah dengan langkah makro untuk berhati-hati menekan utang luar negeri, terutama perusahaan, serta pendalaman pasar keuangan juga membantu stabilitas yang lebih baik.”

Dari pasar global, indeks dolar AS sebenarnya masih bertahan di level tertinggi selama satu pekan, terutama terhadap yen Jepang, didukung kenaikan imbal hasil obligasi AS dan keputusan Kongres AS yang meloloskan RUU . Mata uang Paman Sam terpantau hanya melemah 0,1% ke level 113,28 per yen, setelah kemarin berada di posisi 113,47 per yen Jepang.

RUU pajak AS berdasarkan kabar terbaru telah disetujui oleh Kongres setempat dan menurut rencana akan segera ditandatangani oleh Presiden Donald Trump dalam waktu dekat. Aturan pajak baru ini akan memangkas kewajiban pajak untuk perusahaan dan orang-orang kaya, selain pemotongan beberapa pajak untuk kaum kelas menengah, sekaligus menjadi perubahan aturan pajak paling besar dalam sejarah AS.

Loading...