Perebutan Kursi Senat Alabama KO Dolar, Rupiah Justru Berakhir Negatif

kembali harus mengakhiri di teritori negatif meski indeks dolar AS juga tertekan kekalahan Partai Republik dalam perebutan kursi Senat di negara bagian Alabama. Menurut Index pukul 15.59 WIB, mata uang Garuda menutup transaksi Rabu (13/12) ini dengan pelemahan sebesar 16 poin atau 0,12% ke level Rp13.590 per dolar AS.

Sebelumnya, rupiah sudah berakhir terdepresiasi 22 poin atau 0,16% di posisi Rp13.574 per dolar AS pada akhir dagang Selasa (12/12) kemarin. Tren negatif mata uang NKRI berlanjut pagi tadi dengan melemah 31 poin atau 0,23% ke level Rp13.605 per dolar AS ketika membuka . Sepanjang transaksi hari, spot praktis tidak mampu keluar dari zona merah dari awal hingga akhir dagang.

Dari pasar , indeks dolar AS sebenarnya tergelincir dari level tertinggi selama empat minggu pada hari Rabu ini, setelah perwakilan dari Partai Demokrat, Doug Jones, memenangkan persaingan melawan Roy Moore dari Partai Republik untuk mengisi kursi Senat di negara bagian Alabama. Mata uang Paman Sam pagi tadi terpantau melemah 0,15% ke level 93,941 setelah sebelumnya berakhir di posisi 94,219 atau posisi tertinggi sejak 14 November 2017.

Calon senator dari Partai Demokrat, Doug Jones, memenangkan kursi Senat dari daerah pemilih negara bagian Alabama yang sebelum ini disebut sebagai kandang Partai Republik dan kelompok konservatif Republik. Kemenangan ini dianggap bisa ‘membahayakan’ agenda-agenda Presiden Donald Trump dan membuka pintu bagi Demokrat untuk mengambil kembali mayoritas Senat pada Pemilu sela tahun depan.

Fokus saat ini tertuju pada hasil rapat Federal Reserve, yang diperkirakan akan menaikkan suku bunga acuan. Pasar pun memprediksi bank sentral AS itu akan menaikkan suku bunga acuan hanya sebanyak dua kali pada tahun depan, mengingat inflasi yang masih dalam level rendah. “Meskipun tren tampaknya membaik, tidak jelas apakah itu cukup untuk meyakinkan anggota The Fed mengenai untuk memperhatikan inflasi,” kata ahli strategi senior di Barclays, Shinichiro Kadota.

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi menetapkan kurs tengah berada di level Rp13.589 per dolar AS, turun sebanyak 39 poin atau 0,29% dari perdagangan sebelumnya di posisi Rp13.550 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia justru perkasa versus greenback, dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,24% dialami yen Jepang, diikuti won Korea Selatan yang menguat 0,09%.

Loading...