Perdagangan Sepi Jelang Akhir Tahun, Kurs Rupiah Menguat Tipis 3 Poin

rupiah - www.cermati.comrupiah - www.cermati.com

Jakarta dibuka menguat 0,02 persen atau 3 poin ke posisi Rp 13.558 per AS di awal pagi hari ini, Kamis (28/12). Kemarin, Rabu (27/12), Garuda berakhir melemah 0,05 persen atau 7 poin ke level Rp 13.561 per dolar AS usai diperdagangkan pada rentang angka Rp 13.542 hingga Rp 13.564 per USD.

Indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the terpantau melemah terhadap sejumlah mata uang utama pada Rabu atau Kamis pagi WIB. Di akhir perdagangan dolar AS melemah 0,25 persen menjadi 93,024 karena para pelaku tengah mencerna data terbaru Amerika Serikat.

Indeks Kepercayaan Conference Board dilaporkan turun pada bulan Desember 2017 seiring dengan perbaikan sederhana pada bulan November 2017. Indeks saat ini berada di level 122,1, lebih rendah dari bulan November yang berada di angka 128,6.

Sementara itu, National Association of Realtors melaporkan Indeks Penjualan Rumah Tertunda mengalami kenaikan 0,2 persen menjadi 109,5 pada November 2017 dari level 109,3 di bulan Oktober 2017. Dengan kenaikan moderat bulan lalu, indeks tetap berada pada level tertingginya sejak Juni 2017, dan sekarang mencapai 0,8 persen melebihi tahun lalu.

Dari dalam negeri, di tengah sepinya perdagangan menjelang akhir tahun, gerak rupiah akhir-akhir ini pun cenderung terbatas. Menurut Ekonom Bank Mandiri Rully Arya Wisnubroto, gerak rupiah relatif stabil karena merespons pasar yang saat ini sedang sepi karena efek libur dan . “Kondisi ini akan terjadi hingga akhir pekan,” kata Rully, seperti dilansir Kontan.

Analis Monex Investindo Futures Putu Agus Pransuamitra memperkirakan jika rupiah akan bergerak dalam rentang yang sempit sampai akhir tahun ini. Pasalnya, dari dalam negeri kondisi rupiah juga sedang minim sentimen. Sedangkan Presiden Donald Trump juga sudah menandatangani UU pajak baru AS, dan tak ada lagi sentimen yang dapat memberikan pengaruh signifikan di pasar. Gerak rupiah hari ini kemungkinan akan dipengaruhi oleh indeks kepercayaan konsumen AS.

Loading...