Pengumuman Standar Syariah Dorong Penguatan Harga Emas

Harga emas berjangka di Divisi New York Mercantile berakhir naik pada Rabu malam waktu setempat atau Kamis pagi WIB karena menyesuaikan posisi mereka jelang meeting. Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari ditutup naik 7,4 AS atau 0,63 persen ke level 1.177,50 AS per ounce.

Sebelumnya, harga logam mulia sempat tertekan menjelang pertemuan pada pekan depan sehingga pelaku pasar pun hanya bertransaksi dalam jangka pendek. Namun, pengumuman standar syariah untuk emas oleh World Gold Council mampu mengerek harga emas batang. pun mempertimbangkan potensi peningkatan permintaan usai peluncuran standar syariah untuk emas.

“Keputusan ini merupakan hal penting di dunia karena pasar emas dan potensi market untuk investasi bernilai 2,4 triliun dolar AS,” kata Editor Goldcore, Mark O’Byrne. “Hal tersebut juga penting untuk keuangan syariah.”

Sementara itu, Analis FX, Ilya Spivak, menambahkan bahwa setelah sebulan mencerna hasil Pemilihan Presiden AS, dengan harga emas yang menguat, kini investor mulai mempertimbangkan pertemuan Bank Sentral AS pada pekan depan. “Ini dapat mendorong penurunan harga emas karena pelaku pasar ambil aksi untung dalam jangka pendek,” jelasnya.

Potensi kenaikan suku bunga Bank Sentral AS pada Desember 2016 memang makin kuat dengan mencapai 90 persen. Federal Reserve sendiri dijadwalkan melakukan pertemuan pada 13-14 Desember 2016. Kini, investor pun menanti proyeksi Bank Sentral AS untuk menaikkan suku bunga di masa mendatang.

Sementara itu, dari dalam negeri, harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari ini tidak beranjak dari level Rp546.600 untuk emas berukuran 500 gram dan Rp586.000 untuk emas batangan berukuran 1 gram. Namun, harga buyback (pembelian kembali) dipatok turun tajam Rp5.000 per gram menjadi Rp502.000 per gram.

Loading...