Penguatan Euro Tekan Dolar, Rupiah Malah Berbalik Melemah

Gerak indeks AS yang cenderung loyo karena tertekan penguatan yang dialami mata uang euro ternyata gagal dimanfaatkan untuk melenggang mulus di zona hijau. Menurut Index pukul 15.58 WIB, mata uang NKRI harus mengakhiri Kamis (26/10) ini dengan berbalik 9 poin atau 0,07% ke level Rp13.587 per dolar AS.

Sebelumnya, rupiah ditutup anjlok 45 poin atau 0,33% di posisi Rp13.578 per dolar AS pada Rabu (25/10) kemarin. Kemudian, pagi tadi mata uang Garuda sempat rebound dengan dibuka menguat 8 poin atau 0,06% ke level Rp13.570 per dolar AS. Sayangnya, langkah positif di awal transaksi ini gagal dimanfaatkan rupiah hingga akhir dagang.

Dari , indeks dolar AS sebenarnya bergerak negatif pada perdagangan hari ini, karena tertekan penguatan yang dialami mata uang euro serta efek penurunan yang dialami imbal hasil obligasi AS. Mata uang Paman Sam tersebut terpantau melemah 0,176 poin atau 0,19% ke level 93,535 pada pukul 08.30 WIB, setelah sebelumnya berakhir turun 0,07% di posisi 93,711.

Mata uang euro memang bergerak menguat menjelang keputusan European Central Bank () untuk mengurangi stimulus pembelian obligasi. Pagi tadi pukul 10.40 WIB, mata uang Benua Biru terpantau naik 0,0016 poin atau 0,14% menuju posisi 1.1829 per dolar AS. Sepanjang tahun berjalan, euro telah menguat 12,74% terhadap greenback.

Ekonom Union Bank of Switzerland (UBS) memprediksi bahwa ECB akan mengurangi pembelian aset bulanan menjadi sebesar 30 miliar euro pada Januari 2018, turun 50% dari periode sebelumnya. Namun, kepala perdagangan di Asia Pasifik untuk OANDA, Stephen Innes, menuturkan bahwa ada beberapa kehati-hatian terhadap risiko dari pengumuman kebijakan ECB. “Pasar mungkin melakukan lindung nilai atas kejutan hawkish,” ujarnya.

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi mematok kurs tengah berada di posisi Rp13.560 per dolar AS, naik 10 poin atau 0,07% dari perdagangan sebelumnya di level Rp13.570 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia perkasa versus greenback, dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,30% dialami won Korea Selatan, disusul rupee India yang melompat 0,24%.

Loading...